Berita Blitar
Mencak-Mencak Motornya Mengeluarkan Api, Ternyata Warga Blitar Ini Kesakitan Pantatnya Terbakar
Untungnya di saat api mulai berkobar, ia cepat-cepat kabur dengan meninggalkan sepeda motornya yang digeletakkkan di jalan.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, BLITAR - Kejadian yang dialami Saiful (32), seorang buruh asal Desa Jajar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, begitu menggelikan. Selasa (21/6/2022) pagi, mendadak ia berlari sambil berteriak minta tolong kepada penjaga bendungan PLTA Jegu, gara-gara pantatnya kepanasan dan celana yang dipakainya hampir terbakar.
Celana yang dipakai Saiful memang hampir terbakar, gara-gara tersulut dari sepeda motor yang dikendarainya. Motor butut milik Saiful awalnya juga mendadak terbakar ketika dipakai berkendara di jalan yang melintasi Bendungan PLTU Jegu di Kecamatan Sutojayan.
Korban memang selamat karena pantasnya disiram air oleh penjaga bendungan, namun harus merelakan sepeda motornya terbakar habis. "Korban selamat namun sepeda motornya habis. Dugaan kami, ada bensin yang bocor hingga memicu percikan api karena businya tak ada penutupnya," kata AKP Imam Subeckhi, Kapolsek Talun.
Menurut Subechi, kejadian yang menggegerkan warga itu terjadi di Bendungan PLTU Jegu, Selasa (21/06) pukul 07.15 WIB. Saat itu, Saiful berangkat kerja ke Kecamatan Lodoyo sebagai buruh bangunan.
Setiap hari ia memang melintasi jalan di bendungan itu karena lebih dekat dan jalannya juga sangat bagus serta ada taman di kanan kirinya. "Kata korban, motor itu ia pakai setiap hari untuk pulang pergi ke tempat kerjanya. Dan tak pernah ada masalah (mogok) meski kondisinya protolan," paparnya.
Setelah menempuh perjalanan 5 KM dari rumahnya, Saiful baru merasakan ada yang aneh dari pantatnya. Ia mencium bau seperti gosong atau ada sesuatu yang terbakar, namun pantatnya terasa panas.
Dan tepat beberapa meter ketika akan melintasi portal retribusi di bendungan itu, ia tidak kuat. Perlu diketahui, setiap kendaraan yang melintasi jalan diatas bendungan itu akan ditarik retribusi Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 3.000 untuk mobil.
Retribusi diberlakukan karena itu bukan jalan umum melainkan jalan wisata bendungan sehingga hasilnya untuk perawatan fasilitas. Namun warga sekitar bendungan tidak dipaksa alias boleh membayar atau tidak.
Dan kembali pada Saiful. Saat tidak kuat menahan panas di pantatnya, ia segera turun dari motornya yang mendadak muncul kobaran api, lalu berlari sambil mencak-mencak ke arah pos portal. "Saat akan melewati pos itu, ia berteriak-teriak minta tolong sambil lari ke arah pos. Sehingga membuat orang yang ada di lokasi kebingungan karena tidak tahu apa yang dialaminya," kata Subechi.
Begitu Saiful menunjuk-nunjuk ke arah pantatnya, sambil berteriak histeris penjaga di pos baru paham. Ia melihat celana Saiful mengeluarkan asap seperti akan terbakar dan malah ikut panik,
Penjaga bingung karena tidak ada air di dekatnya, kecuali air yang disiapkan untuk minum. Ia terpaksa menyiramkan air dalam botol kemasan 1 liter ke pantat korban. Dan BLESSS, seketika rasa panas di pantat sirna, dan Saiful kembali tenang. "Setelah itu, korban mengaku kalau ia hampir saja terbakar bersama motornya," paparnya.
Untungnya di saat api mulai berkobar, ia cepat-cepat kabur dengan meninggalkan sepeda motornya yang digeletakkkan di jalan. Begitu dilihat ke arah bawahnya, ada api yang berkobar.
Entah dari mana asal api itu namun diperkirakan berasal dari karburator yang kemungkinan bocor sehingga bensinnya menetes. Karena penutup busi juga tidak ada, sehingga tetesan bensin itu mengenai busi sehingga memicu percikan api. ****