Breaking News:

Regional

Pesan Menyayat Wanita Cantik pada Adiknya Sebelum Dibakar Pria yang Pernah Melamar Tapi Ditolak

Sang adik begitu terpukul karena begitu dekat SZ selama hidupnya. Sebelum ditemukan tewas, SZ pamit bekerja dan biasa pulang telat karena lembur.

Kolase TribunJakarta
Kolase/TribunJakarta.com KapolresTangerang Selatan (Tangsel), AKBP Iman Imanuddin san lokasi penemuan tulang di area penemuan jasad hangus di Suradita Lele, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (10/7/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir) 

Tak sekalipun Aziz memiliki firasat buruk saat anak gadisnya itu tak pulang.

Tapi, belakangan perasaannya  semakin menjadi-jadi tak karuan.

Satu hal tak biasa yang dirasa Aziz, melihat gelagat SZ sebelum pamit bekerja pada Kamis sore.

Tampak, SZ menitipkan pesan pada adiknya dan menyempatkan bermain TikTok bersama. 

Ini jarang sekali yang Aziz lihat dari SZ selama ini.

"Jangan bandel, jangan banyak jajannya, kasihan sama bapak-ibu," ucap SZ dalam pesannya untuk sang adik, seperti ditirukan Aziz.

Orang pertama kali menemukan jasad SZ adalah Muslim (58), penggarap lahan kosong.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin sempat menyebut motif pembunuhan itu lantaran sakit hati.

DS sakit hati, dibantu US, nekat membunuh korban lalu membakar jasadnya di lahan garapan warga Desa Suradita.

Mayat SZ pertama kali ditemukan Muslim berjarak sekitar 10 meter dari saung saat hendak menggarap lahan garapannya.

Ia bergegas balik ke rumah dan berucap kepada istrinya, Dahyana, dengan mimik ketakutan. 

Dahyana menduga suaminya kembali pulang karena ada barang yang tertinggal.

Sudah menjadi kebiasaan Muslim keluar rumah menuju ladang pukul 05.30 WIB.

Belum sempat Dahyana bertanya apa penyeban pulang secepat itu, Muslim langsung memberikan pesan singkat, padat, dan jelas.

Ditingkahi raut ketakutan, Muslim perlahan bercerita kepada sang istri atas apa yang dilihatnya barusan di lahan yang ia tanami terong.

"Jangan ke kebun dulu. Di kebun ada orang yang terbakar," pesan Muslim seperti ditirukan Dahyana saat ditemui di rumahnya pada Sabtu (10/7/2021).

Mulanya, Muslim penasaran melihat sesuatu berasap di atas tanah, padahal masih pagi.

Spontan, ia terkejut asap itu berasal dari tubuh manusia yang terbakar.

Dahyana, istri Muslim, saat ditemui di kediamannya kawasan RT 2 RW 2 Desa Suradita, Cisauk, Tangerang, Sabtu (10/7/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir).
Dahyana, istri Muslim, saat ditemui di kediamannya kawasan RT 2 RW 2 Desa Suradita, Cisauk, Tangerang, Sabtu (10/7/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir). (TribunJakarta.com)

Kondisi mayat sulit dikenali. Seluruh tubuhnya hitam gosong dan masih mengeluarkan asap saat Muslim menemukannya.

Si lokasi kejadian masih terlihat sisa kain warna krem sisa pembakaran. Sisa kain ini yang menjadi barang bukti pakaian yang dikenakan korban SZ.

Bahkan, ada tulang seukuran jari tangan yang tertinggal di tempat kejadian perkara.

"Dia panik, kakinya sampai gemetaran gitu," jelas Dahyana.

Sebagai istri, ia mencoba menenangkan suaminya dan menemaninya untuk melaporkan apa yang dilihatnya ke Ketua RT setempat, berlanjut ke Polsek Cisauk.

Muslim yang telah memberi Dahyana tiga anak itu sempat dimintai keterangan secara intensif di kantor Polres Tangerang Selatan selama dua hari.

Mayat SZ dievakuasi dan dibawa untuk diautopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, karena jasadnya sulit diidentifikasi secara manual. (TribunJakarta.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved