Nasib Miris Afifah Terjerat Pinjaman Online Rp 206 Juta, ini Bahaya Pinjam Uang ke Banyak Pinjol

Nasib miris menimpa Afifah, guru honorer di Semarang yang terjerat 20 pinjaman online. Simak Bahaya Pinjam Uang ke Banyak Pinjol

surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Ilustrasi pengguna fintech mengajukan pinjaman melalui aplikasi Android. Simak Bahaya Pinjam Uang ke Banyak Pinjol 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Nasib miris menimpa seorang guru honorer di Semarang bernama Afifah, ia terjerat pinjaman online hingga Rp 206 juta.

Afifah telah meminjam uang kepada 20 pinjaman online.

Ia mengaku banyak mendapat ancaman dan teror dari pihak yang memberikan pinjaman.

Kasus ini semakin jadi sorotan setelah Afifah melaporkan apa yang dialaminya ke Ditreskrimsus Polda Jateng.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebenarnya sudah mewanti-wanti masyarakat agar tidak melakukan pinjaman ke banyak penyedia pinjaman online.

Sosok Afifah (tengah) Guru Honorer di Semarang yang Terjerat 20 Pinjaman Online
Sosok Afifah (tengah) Guru Honorer di Semarang yang Terjerat 20 Pinjaman Online (KOMPAS.com/istimewa)

Baca juga: Sosok Afifah Guru Honorer di Semarang yang Terjerat 20 Pinjaman Online, Ditagih hingga Rp 206 Juta

Pada April lalu, Anggota Dewan Komisioner Bidang Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan, pihaknya banyak menerima permintaan bantuan dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pinjaman online dengan fintech.

Ketika ditelusuri lebih lanjut, ternyata terdapat debitur yang melakukan banyak pinjaman dari berbagai fintech dalam waktu dekat.

Ia pun memberikan sebuah contoh kasus, dimana seorang debitur pinjaman online mengadu kepada OJK.

Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan, debitur tersebut melakukan pinjaman dari 10 fintech yang berbeda.

"Bahkan kami menemukan seorang konsumen dalam seminggu meminjam lebih dari 40 fintech, dalam 1 minggu," kata Tirta dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (13/4/2021).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Bahaya Pinjam Uang ke Banyak Pinjol'

Hal tersebut sangat disayangkan karena dinilai tidak bijaksana dalam melakukan pinjaman.

Menurut Tirta, contoh kasus itu juga mencerminkan sebuah pinjaman yang melebihi kemampuan bayar dari debitur itu sendiri.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved