Senin, 18 Mei 2026

Bangunan Ponpes di Sidoarjo Ambruk

SOSOK Nuruddin Korban Ponpes Al-Khoziny yang Berhasil Teridentifikasi : Dikenal Periang

Sosok Nuruddin (13) satu di antara 10 santri Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi Anggota Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Tribun Jatim/Luhur Pambudi
KORBAN RERUNTUHAN MUSALA AL KHOZINY - Jenazah Nuruddin (13) disalatkan anggota keluarga di tenda ruang tunggu keluarga korban RS Bayangkara Surabaya, Minggu (5/10/2025). Sosok Nuruddin (13) satu diantara 10 santri Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi oleh Anggota Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/10/2025) sore 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sosok Nuruddin (13) satu di antara 10 santri Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi Anggota Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (5/10/2025) sore, dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan periang. 

Pamannya, Ihya Ulumuddin mengatakan dirinya belum mengetahui cerita langsung dari orangnya korban mengenai firasat yang menandai kepergian sang keponakan. 

Namun, dirinya sendiri mengaku sempat merasakan situasi aneh yang mungkin dapat diartikan sebagai firasat petanda kejadian ambruknya bangunan bertingkat tersebut. 

Baca juga: Identitas 2 Jasad Santri Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Terungkap, Ada Warga Bangkalan dan Kota Surabaya

Ihya menceritakan, Senin (29/9/2025) sore kemarin, perasaannya gundah  tanpa diketahui penyebabnya.

Hingga akhirnya kabar ambruknya bangunan musala ponpes tersebut, membanjiri grup alumni ponpes. 

Ihya merupakan alumni ponpes tersebut tahun 2010. Beberapa anggota keluarga besarnya juga demikian, yakni pernah 'nyantri' di Ponpes Al-Khoziny. 

Baca juga: Wafat Dalam Insiden Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Santri Kapasan Surabaya Ingin Jadi Ahli KItab

"Tapi kalau saya, sore Senin kemarin itu  saya merasakan kok bingung kok gini hawanya. Kejadian perkiraan jam setengah 3-4 sore, saat Saya di rumah Surabaya Kalikedinding, saya dapat kabar ada kejadian musala roboh. Dan cek grup WA ternyata benar," ujarnya di RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/10/2025). 

Memperoleh kabar tersebut, Ihya yang tinggal di Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kenjeran, Surabaya, langsung bergegas menuju ke ponpes untuk memeriksa kondisi lokasi kejadian. 

Ternyata, bangunan musala tersebut berupa konstruksi bertingkat yang runtuh atau ambruk nyaris rata dengan tanah. 

Namun, setelah memperoleh informasi dari beberapa kerabatnya, ternyata ada nama Nuruddin, sang keponakan menjadi salah satu korban hilang. 

"Saya di sana terus sejak kejadian, dan baru pulang ini, pakaian Saya belum ganti sama sekali. Nuruddin keponakan saya," katanya. 

Nuruddin berperawakan kurus namun postur tinggi. Selama ini dikenal sebagai anak yang baik, tak neko-neko, dan periang.

Ihya tak menyangka anak sekecil itu harus meninggal dunia dalam insiden nahas itu. 

Namun, mengetahui bahwa Nuruddin meninggal dunia dalam keadaan menunaikan Ibadah Salat Asar berjamaah dan tepat pada rakaat kedua.

Ihya benar-benar dibuat terharu dengan Takdir Allah SWT yang ditetapkan kepada nasib sang keponakan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved