Jumat, 24 April 2026

Surabaya Darurat Aksi Premanisme

Gaduh Soal Ormas dan Premanisme, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Cak Yebe Minta Semua Pihak Tahan Diri

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, ikut bersikap atas gaduh Ormas di Surabaya dalam peristiwa pengusiran Nenek Elina.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
Surya.co.id/Nuraini Faiq
PREMANISME - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, saat diwawancarai, Senin (5/1/2026). Yona ikut bersikap atas gaduh Ormas di Surabaya yang diduga melakukan aksi premanisme. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengajak semua pihak menyampaikan aduan lewat jalur legislatif DPRD agar persoalan kota dibahas terbuka dan adil.
  • Ia menekankan dialog dan RDP sebagai cara meredam polemik ormas serta menjaga keamanan Surabaya.
  • Ormas dipandang setara sebagai warga negara yang haknya harus dilindungi dan keluhannya disampaikan secara resmi.
  • Yona mengimbau semua pihak menahan diri, tidak menggeneralisasi kelompok, serta memperkuat harmoni dan solidaritas sosial.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, ikut bersikap atas gaduh ormas di Surabaya yang diduga melakukan aksi premanisme dalam peristiwa pengusiran Nenek Elina.

Yona mengajak menempuh jalur legislatif dalam menyampaikan aduan di tengah isu gaduh ormas dan pembentukan Satgas Antipremanisme.

Baca juga: Tumpas 850 Kasus Premanisme Sepanjang 2025, Polda Jatim: Berdampak ke Sektor Ekonomi Daerah

"Pendekatan dialog diperlukan agar semua kondusif. Wali kota, wakil wali kota, maupun ormas adalah bagian dari warga negara yang punya hak konstitusi untuk menyampaikan aduan ke DPRD sebagai saluran menyampaikan pendapatnya, seharusnya digunakan jalur ini,” kata Yona, Senin (5/1/2026).

DPRD adalah forum yang tepat untuk membahas persoalan kota secara terbuka dan berkeadilan.

Dia mendorong semua pihak tidak memilih jalur polemik di ruang publik yang berpotensi memperkeruh suasana.

Anggota Fraksi Gerindra ini mengajak siapa pun untuk mengajukan RDP (Rapat dengar pendapat) di DPRD.

Dia juga mengajak pejabat juga bersama-sama mencari solusi untuk keadilan dan kondusivitas Kota Surabaya.

Menurut dia, ormas juga memiliki kedudukan yang sama sebagai warga yang harus dilindungi hak-haknya.

Karena itu, keluhan atau keberatan atas perlakuan yang dirasa tidak adil sebaiknya disampaikan melalui mekanisme resmi.

“Termasuk ormas sekalipun yang merasa mendapatkan perlakuan tidak adil, mereka juga warga Kota Surabaya yang harus dilindungi haknya,” kata Cak YeBe, sapaan Yona.

Tahan Diri

Ketua Komisi A dari Fraksi Gerindra ini menerima banyak masukan dari pimpinan ormas.

Dia minta semua tenang dan menahan diri agar situasi tetap terkendali, termasuk di medsos.

Dia menegaskan persoalan yang terjadi di Surabaya adalah tanggung jawab bersama seluruh warganya.

Kota Surabaya, menurutnya, dibangun oleh banyak latar belakang suku dan budaya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved