Berita Viral

Telanjur Roy Suryo Berkoar Ijazah Jokowi Palsu Berdasar ELA, Josua Sinambela Skakmat: Tak Berdasar!

Pernyataan Roy Suryo yang meyakini ijazah Jokowi palsu saat menghadiri gelar perkara khusus di Bareskrim Polri, langsung dibantah ahli digital forensi

Editor: Musahadah
kolase kompas TV
SKAKMAT - Pernyataan Roy Suryo yang menyebut ijazah Jokowi palsu diskakmat ahli digital forensik Josua Sinambela. Katanya, alat analisisnya keliru. 

SURYA.CO.ID - Pernyataan Roy Suryo yang meyakini ijazah Jokowi palsu saat menghadiri gelar perkara khusus di Bareskrim Polri, langsung dibantah ahli digital forensik Josua Sinambela

Josua yang juga hadir di gelar perkara khusus itu menyebut metode error level analysis (ELA) yang digunakan Roy Suryo untuk menganalisis foto ijazah Jokowi, tidak tepat. 

"Analis-analis yang dilakukan oleh ahli dari pihak penuduh (Roy Suryo Cs) itu sama sekali tidak berdasar," sebut Josua yang juga alumnus UGM ini. 

Dijelaskan, ahli digital forensik hanya berhak memeriksa dokumen-dokumen digital, bukan produk analog.

Sementara ijazah Jokowi ini adalah produk analog, jadi tidak ada hubungannya dengan ahli digital forensik. 

Baca juga: Alasan Pelapor Roy Suryo Cs Yakin Kasus Ijazah Jokowi Naik Penyidikan, Ada Yurisprudensi Bambang Tri

"Misalnya ELA atau error level analisis, hanya bisa digunakan mendeteksi tempering di file2 digital. Bukan ijazah fiisik," jelasnya. 

Dikatakan Josua, meskipun ijazah fisik itu difoto, lalu diuplod ke internet, kemudian dideteksi adanya tempering atau perubahan data, maka itu tidak bisa dilakukan dengan metode ELA.

"Karena ELA tidak bisa mendeteksi perubahan yang ada di dokumen fisik, dia hanya bisa mendeteksi tempering di dokumen-dokumen digital," tegasnya. 

Sebelumnya, dalam analisisnya, Roy Suryo membandingkan ijazah pertama yang diunggah oleh politikus PSI Dian Sandi, fotokopi ijazah yang diperlihatkan Bareskrim Polri saat konferensi pers, dan ijazahnya sendiri yang juga merupakan lulusan UGM. 

Roy mengatakan, setelah ijazah ini dianalisis menggunakan error level analysis (ELA), ijazah Jokowi ini memberikan hasil yang jauh berbeda dengan hasil analisis ijazah dari UGM yang asli.

“Kalaupun ELA itu full Itu masih akan tetap kelihatan ijazahnya. Lihat, teman-teman bisa lihat. Ini masih ada bekas-bekasnya Tulisan-tulisannya masih ada. Logonya pun juga masih ada,” kata Roy menunjukkan gambar analisis ijazahnya di Bareskrim Polri, Rabu.  

Sementara, pada ijazah Jokowi dinyatakan error alias rusak.

“Jadi, ini bukti sudah ada rekayasa. Logonya tidak kelihatan lagi. Pas fotonya juga tidak kelihatan lagi,” kata Roy.

Selain itu, ia juga menggunakan teknologi face recognition untuk memeriksa identitas Jokowi melalui foto di ijazah.

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan foto Jokowi saat ini, hasilnya justru tidak cocok alias tidak match.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved