SURYA Kampus

Sosok Lois Mahasiswi ITB Lulus S2 di Usia 22 Tahun, SMA 2 Tahun dan Ikut Fast Track di Semester 7

Di usia 22 tahun, Eunike Lois Subiakto bisa menyelesaikan studi jenjang Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ini sosoknya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
ITB
WISUDAWAN TERMUDA - Eunike Lois Subiakto, mahasiswi S2 Institut Teknologi Bandung (ITB) yang lulus di usia 22 tahun. 

Setelah sempat gagal pada percobaan pertama, ia akhirnya berhasil meraih Beasiswa Sepuluh Sarjana Per Desa dari Pemerintah Daerah Bojonegoro.

Setelah memulai perkuliahan Yuni juga terus mendapatkan tantangan.

Kala itu pandemi membuat proses belajar semakin sulit, mulai dari sinyal yang tidak bersahabat hingga materi kuliah yang sulit dipahami lewat layar.

Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Yuni malah semakin aktif mengikuti kegiatan akademik dan non-akademik.

Yuni menjadi asisten lab biologi sejak semester tiga, belajar langsung dari praktik, mengasah kemampuan, dan memperluas jaringan.

Selain itu, Yuni juga menjadi asisten riset dosen yang sedang menempuh studi doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan membantu penelitian mahasiswa S2 dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang memperdalam kemampuannya dalam dunia riset ilmiah.

Prestasi demi prestasi pun mulai bermunculan.

Yuni berhasil menyabet Juara 6 dalam Olimpiade Biologi tingkat nasional, meraih Bronze Medal di International Walisongo Science Competition 2023, dan tampil sebagai pembicara dalam berbagai forum ilmiah, termasuk konferensi nasional dan webinar keilmuan.

"Bagi saya, pendidikan adalah warisan paling berharga," kata Yuni, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com, Senin (26/5/2025).

Di luar kegiatan akademik, Yuni juga aktif dalam berbagai organisasi kampus dan komunitas luar.

Seperti KSM Riset dan Teknologi, Bank Sampah Walisongo, Ikatan Keluarga Arek-Arek Jawa Timur (IKA-JATIM), dan Ikatan Keluarga Ma’had Islami Attanwir (IKAMI).

Pada penghujung studinya, Yuni menjalani magang dan riset tugas akhir di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya di Kebun Raya Bogor.

Di sana, ia memperdalam pengetahuan tentang taksonomi tanaman bonsai.

Ia menyelesaikan skripsinya dan mengikuti sidang munaqosyah pada 30 Desember 2024, menyelesaikan masa studinya hanya dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

Menurut Yuni, prestasinya yang berhasil dia dapatkan merupakan tak lepas dari dukungan kedua orangtuanya yang tak lelah berjuang di balik layar, agar anaknya bisa mengenyam pendidikan di balik layak.

"Terimakasih kedua orangtua saya, yang tak kenal lelah mendukung sampai di titik saat ini," pungkasnya.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved