SURYA Kampus
Sosok Lois Mahasiswi ITB Lulus S2 di Usia 22 Tahun, SMA 2 Tahun dan Ikut Fast Track di Semester 7
Di usia 22 tahun, Eunike Lois Subiakto bisa menyelesaikan studi jenjang Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ini sosoknya
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Di usia 22 tahun, Eunike Lois Subiakto bisa menyelesaikan studi jenjang Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Lois- sapaan akrabnya, menyelesaikan S2 Program Studi Bioteknologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dengan langkah akseleratif yang tak biasa.
Ia tamat SMA hanya dalam dua tahun, kemudian langsung melanjutkan studi sarjana di Program Studi Mikrobiologi ITB pada 2019 lalu.
Ikut Fast Track
Baca juga: Sosok Yuni Anak Tukang Becak Jadi Wisudawan Terbaik UIN Semarang, Dulu Dilarang Kuliah karena Biaya
Di semester tujuh, Lois memberanikan diri mengikuti program fast track untuk langsung melanjutkan ke jenjang magister.
“Keputusan untuk melanjutkan S2 dilatarbelakangi oleh masih banyaknya hal yang ingin saya pelajari."
"Saat awal kuliah dulu, semuanya serba terbatas karena pandemi. Padahal, kami di program studi Mikrobiologi harus ngelab."
"Karena itulah ada banyak materi yang saya pahami agak terlambat, dan keputusan untuk lanjut S2 juga sebagai momen untuk belajar lebih lagi” ungkapnya, dikutip SURYA.CO.ID dari laman ITB.
Tesisnya berangkat dari sesuatu yang begitu dekat dengan kehidupan, yakni air susu ibu (ASI).
Dia menekankan bahwa ASI tidak hanya kaya akan nutrisi, tetapi juga mengandung probiotik yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Penelitian ini berfokus pada potensi senyawa antibakteri (bakteriosin) dalam probiotik ASI untuk menghambat pertumbuhan patogen penyebab gangguan usus, sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada anak.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama pengerjaan tesis adalah intensitas aktivitas di laboratorium yang cukup tinggi, hingga sering kali harus menginap.
Kebersamaan selama di laboratorium dengan rekan-rekan mahasiswa lainnya serta petugas keamanan turut menjadi momen penting yang mempererat tali persaudaraan.
Suasana kekeluargaan dan dukungan dari sesama membuat proses penelitian menjadi lebih bermakna dan berkesan.
“Walaupun masing-masing memiliki tekanan dan tantangan tersendiri, kami saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.
SURYA Kampus
mahasiswi ITB
berita viral
Eunike Lois Subiakto
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Wisudawan Termuda
Maba UC Surabaya Belajar Empati Sosial Lewat Selling Day, Pilah Sampah dan Food Surplus |
![]() |
---|
Pakar Hukum UMSurabaya : Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob Termasuk Extrajudicial Killing |
![]() |
---|
Pasca ORI Campak di Sumenep, FK Unair Tekankan Pentingnya Imunisasi Berkelanjutan |
![]() |
---|
Sosok Lima Kandidat yang Maju dalam Pemilihan Dekan FK Unair 2025–2030 |
![]() |
---|
16 Produk Teknologi Tepat Guna KKN UMSurabaya Telah Didaftarkan HKI, Ini Pesan Armuji |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.