Kabinet Prabowo Gibran
Rekam Jejak Hasan Nasbi yang Mundur dari Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Kritikus Anies Baswedan
Inilah rekam jejak Hasan Nasbi yang mengumumkan mundur dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO)
Hasan dikenal publik sebagai sosok yang kerap mengkritik Anies Baswedan.
Ia pernah menyulut debat panas di media sosial kala menyinggung soal ambisi Anies Baswedan untuk melenggang ke Pilpres 2024.
Bahkan Hasan Nasbi pernah sesumbar bahwa dirinya bertaruh mobil Alphard jika Anies Baswedan berhasil mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Sebab kala ia membuat taruhan tersebut, Hasan yakin betul bahwa Anies akan gagal nyapres.
"Alhamdulillah sudah ada die hard Mas Anies yang japri saya buat salaman. Satu salaman pake Alphard baru dan satu salaman pake Alphard second," cuit Hasan lewat akun Twitter, @datuakrajoangek Sabtu (25/6/2022) silam.
Hasan pun harus memenuhi janjinya tersebut lantaran Anies Baswedan telah resmi mendaftarkan dirinya bersama calon wakilnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ke KPU, Kamis (19/10/2023).
Pengakuan Hasan Nasbi, Mobil taruhannya tersebut sudah dia berikan.
2. Saksi kasus korupsi
Hasan Nasbi pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan pasar di Cimahi, Jawa Barat.
Dia diperiksa untuk tersangka Mochamad Itoc Tochija, suami wali kota nonaktif Cimahi, Atty Suharti Tochija.
"Hasan Nasbi, CEO PT Cyrus Nusantara diperiksa untuk tersangka MIT (Mochamad Itoch Tochija)," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (23/12/2016) kala itu.
Belum diketahui secara pasti apa kaitan Hasan dalam kasus dugaan suap yang menjerat suami-istri pemimpin dinasti di Kota Cimahi itu.
Hasan sebelumnya disebut-sebut menerima uang dari pengembang reklamasi di Pantai Utara Jakarta hingga Rp30 miliar terkait dengan Teman Ahok.
Namun, Hasan membantah telah menerima kucuran uang tersebut.
Seperti diketahui, dalam kasus suap ini empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka yakni wali kota nonaktif Cimahi Atty Suharti beserta suaminya, Mochammad Itoc Tochija, Triswara Dhani Barata, dan Hendriza Soleh Gunadi.
Atty dan Itoc dijanjikan uang Rp6 miliar oleh Triswara dan Hendriza.
Uang tersebut untuk meloloskan proyek pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi tahap II pada 2017.
Nilai proyek pasar itu mencapai Rp57 miliar.
Atty dan Itoc dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara itu, Triswara Dhani Brata dan Hendriza Soleh Gunadi yang menjadi tersangka pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
3. Hasan Nasbi Bela Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran
Hasan Nasbi pernah ikut mengomentari isu makan bergizi gratis atau makan siang gratis yang beredar di media sosial.
Sebagai informasi, belakangan beredar isu tentang pemotongan anggaran makan bergizi gratis yang telah diprogramkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Isu ini menimbulkan banyak gejolak dikalangan masyarakat.
"Isu yang berkembang dan menurut saya mulai jauh dari kebenaran tentang makan bergizi gratis itu dipatok Rp 7.500, tiba-tiba sudah ada angka. Sampai hari ini satu-satunya yang sudah bisa kita ambil kesimpulannya itu alokasi makan gratis 2025 besarannya Rp 71 triliun untuk (APBN) 2025," ujarnya saat diwawancarai, Jumat (19/7/2024) dikutip dari Tribun Gayo.
Hasan Nasbi juga menyebut bahwasannya Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus kepada timnya.
Dalam arahan tersebut Prabowo Subianto memberi dua hal penting, yaitu terkait standargizi dan optomalisasi penerima manfaatnya.
"Terkait kesediaan anggaran sebesar Rp 71 triliun, pesan Pak Prabowo ada dua. Pesannya bahwa harus memenuhi standar ketercukupan gizi, jadi syarat gizinya harus terpenuhi. Yang kedua, harus dioptimalkan jumlah penerima manfaatnya," ujar Hasan.
Hasan juga menyebut tengah menggelar riset dan uji coba sebelum program itu diluncurkan.
"Jadi semua proses riset, kajian, uji coba, akan bersandarkan pada dua pesan arahan Pak Prabowo. Semua formula yang menjadi kesimpulan pilot project harus memenuhi dua pesan tadi," imbuhnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Istana Bergurau Tanggapi Teror Kepala Babi terhadap Tempo..."
Hasan Nasbi
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
Presiden Prabowo
Juru Bicara Presiden
Teddy Indra Wijaya
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Prabowo Perintahkan Menteri Pakai Maung Garuda Buatan Cimahi, Selamat Tinggal Mobil Impor |
![]() |
---|
AM Putranto Dikenal Pendiam dan Ikut Pencinta Alam saat Sekolah di SMAN 1 Jember |
![]() |
---|
Profil Sugiono Menteri Luar Negeri Kabinet Merah Putih Prabowo, Tugas Pertama Hadiri BRICS di Rusia |
![]() |
---|
Kisah Dudung Abdurachman, Dulu Sekolah Nyambi Jadi Loper Koran, Kini Jabat Penasihat Khusus Presiden |
![]() |
---|
Besaran Gaji Mayor Teddy Jadi Sekretaris Kabinet Merah Putih dan Anggota TNI, Tak Perlu Pensiun Dini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.