Kabinet Prabowo Gibran

Rekam Jejak Hasan Nasbi yang Mundur dari Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Kritikus Anies Baswedan

Inilah rekam jejak Hasan Nasbi yang mengumumkan mundur dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO)

Editor: Musahadah
kolase kompas.com/tribunnews
MUNDUR - Hasan Nasbi, saat dilantik menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Terbaru, Hasan Nasbi mundur dari jabatannya sejak 21 April 2025. 

Ucapan Hasan Nasbi langsung mendapat sorotan tajam, hingga muncul seruan untuk mundur. 

Setelah ramai, Hasan pun memberikan pernyataan lagi. 

Hasan menyatakan setuju dengan sikap Francisca, yang menanggapi teror itu dengan candaan pula, yakni mengaku lain kali akan memasak kepala babi tersebut lebih enak.

"Justru saya setuju dengan Francisca menyikapi teror itu. Kan Fransisca merecehkan teror itu sehingga KPI si peneror enggak kesampaian kan. Ya berarti kan salah orang itu, berarti kan enggak sampai itu," kata Hasan kepada Kompas.com, Sabtu (22/3/2025).

Hasan mengaku, ia jarang setuju dengan Tempo.

Namun kali ini, ia setuju dengan respons yang dibuat Cica agar tidak memperkuat teror.

Dengan begitu kata Hasan, peneror akan kehabisan akal dan stres karena niatnya tak tersampaikan.

"Menurut saya kalau dilecehkan begitu, kan si pelaku KPI-nya enggak sampai. Tujuannya enggak sampai. Saya rasa kalau sekaligus dimasak, jedot-jedotin kepala itu si peneror. Ya gimana, gagal deh," ucap Hasan.

Menurut Hasan, cara merespons Cica termasuk elegan.

Respons terhadap teror semacam itu pernah terjadi pada peristiwa bom Thamrin 2016 silam.

Reaksi publik terhadap teror kala itu tidak menunjukkan ketakutan.

Warga cuek saja membanjiri area bekas bom. Bahkan ada yang berjualan sate, gorengan, hingga kopi kemasan.

"Itu aktor intelektualnya pasti stres berat. Kan targetnya si peneror bukan soal berapa jumlah korban dan berapa ledakannya, tapi warga Jakarta enggak takut. Jadi KPI-nya enggak kesampaian," jelas dia.

Hasan menilai, semua pihak yang memiliki konsen yang sama bahwa teror semacam mengirimkan paket berisi kepala babi, sudah ketinggalan zaman.

Oleh karenanya, ia pun menanggapi teror itu dengan candaan "dimasak saja".

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved