Berita Viral

Sunhaji Penjual Es Teh Berangkat Umroh Hadiah dari Gus Miftah, Pamit Sambil Menangis Berpelukan

Video momen Sunhaji penjual es teh berangkat umrah hadiah dari Gus Miftah viral di media sosial. 

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Kolase Instagram
Penjual es teh Sunhaji (kiri) memeluk Gus Miftah (kanan) saat pamit berangkat umrah. 

Dalam video, Gus Miftah awalnya bertanya lalu melontarkan hinaan.

"Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol. *** (Es teh kamu masih banyak atau tidak? Masih, ya sana dijual. Selanjutnya disensor)," ucap Gus Miftah dari atas panggung. Sontak para jemaah tertawa. 

"Dol'en ndisik ngko lak rung payu, wis, takdir (kamu jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir)," sambung Gus Miftah.

Gus Miftah Minta Maaf

Gus Miftah meminta maaf pada penjual es teh soal perkataannya. Ia mengaku kata-kata tersebut hanya sebagai candaan. 

Utusan khusus Presiden Prabowo bidang Kerukunan Agama itu juga meminta maaf pada masyarakat soal perkataannya yang menghina penjual es teh

Aksi Gus Miftah yang menghina penjual es teh saat menghadiri sebuah pengajian, terekam dalam sebuah video hingga viral di media sosial. 

Bahkan nama Gus Miftah menjadi trending topic seharian di aplikasi X dulunya Twitter. 

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya, Miftah Maulana Habibur Rahman menanggapi yang viral hari ini. Yang pertama, dengan kerendahan hati saya minta maaf atas kekhilafan saya," kata Gus Miftah dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (2/12/2024). 

Gus Miftah mengaku, apa yang dikatakannya pada penjual es teh murni sebuah candaan dan tidak ada maksud lain. 

Pasalnya, Gus Miftah kerap bercanda kepada siapa saja, termasuk penjual keliling. 

"Saya memang sering bercanda dengan siapapun. Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung. Dan mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya," ucapnya. 

Gus Miftah juga meminta maaf kepada mssyarakat yang ikut terganggu dengan candaannya tersebut. 

"Saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan," jelasnya. 

Gus Miftah pun mengakui bahwa candaanya salah dan akan berhati-hati dalam berbicara. 

"Untuk itu, saya minta maaf Ini juga merupakan introspeksi bagi saya untuk lebih berhati-hati berbicara di depan pabrik dan masyarakat," ujar Gus Miftah.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved