Berita Viral
Selain Dedi Mulyadi, Ini Pihak-pihak yang Beri Bantuan Guru Supriyani, Ada Dikomando Pensiunan TNI
Ternyata Dedi Mulyadi bukan orang pertama yang beri bantuan kepada guru Supriyani. Ini pihak-pihak yang juga berempati!
SURYA.CO.ID - Pemberian uang Rp 50 juta yang diberikan tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi ternyata bukan bantuan pertama yang diterima guru Supriyani.
Sebelumnya, ada beberapa pihak yang sudah memberikan bantuan materi berupa uang untuk guru Supriyani.
Hal ini dipicu kisah sedih yang dialami guru Supriyani akibat dikriminalisasi oknum polisi yang merupakan orangtua muridnya.
Kisah Supriyani yang sudah mengabdi sebagai guru honorer selama 16 tahun dengan gaji Rp 300.000 per bulan, mampu memantik rasa empati banyak pihak.
Berikut rincian bantuan yang diterima Supriyani:
Baca juga: Telanjur Plh Kapolsek Baito Disalahkan Soal Batalnya Doa Bersama untuk Guru Supriyani, Ini Faktanya
- PGRI Kecamatan Lalembuu
Guru Supriyani mendapat rezeki nomplok saat statusnya masih terdakwa kasus dugaan penganiayaan siswa yang merupakan anak polisi.
Sumbangan diberikan oleh rekan sesama guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Lalembuu.
"Saya selaku bendahara PGRI Kecamatan Lalembuu sempat mengumpulkan dana dari teman-teman, jumlahnya Rp 10 juta," katanya, dikutip dari tayangan Youtube Pindara Studio DIKBUD Kab.Konawe Selatan.
Sumbangan tersebut diharapkan bisa meringankan beban guru Supriyani dalam menjalani proses hukum.
"Semoga semua dilancarkan dan ibu bebas murni," katanya.
Pada kesempatan itu, guru Supriyani berterima kasih atas bantuan yang diberikan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada solidaritas PGRI Kecamatan Lalembuu yang telah mendukung dan memberikan sumbangan kepada kami sebesar Rp 10 juta."
"Kami berterima kasih atas bantuannya. Terima kasih kepada PGRI dan masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan membantu kami sampai permasalahan ini selesai," katanya.
2. Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI)
Dukungan untuk guru Supriyani juga datang dari Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI).
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI), Fauzi Bahar, menyerahkan langsung uang sumbangan kepada guru Supriyani.
Hasil dari pengumpulan donasi ini atas nama solidaritas untuk guru Supriyani.
"Saya didesak oleh para guru untuk memberikan santunan kepada Ibu Supriyani yang telah dituntut bebas."
"Dari ini, terkumpullah yang Rp 7.070.000 rupiah," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI), Fauzi Bahar, melansir dari Tribun Padang.

Dirinya merasa prihatin dan juga bercampur salut kepada Ibu Supriyani.
Fauzi Bahar memohon kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk mengangkat para guru honorer menjadi ASN, khususnya yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun.
Ia mengajak untuk semua orang memuliakan seorang guru. Apalagi sebentar lagi akan diperingati Hari Guru Nasional (HGN) pada tanggal 25 November 2024.
"Uang ini dikumpulkan sejak satu minggu yang lalu dari para guru-guru dan termasuk guru honorer juga."
"Saya mengimbau kepada seluruh guru, mari kita menyumbang untuk Ibu Supriyani, karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa," ujar Fauzi Bahar yang ternyata juga seorang pensiunan Perwira TNI sekaligus Wali Kota Padang periode 2004-2009 dan 2009-2014.
3. Dari Dedi Mulyadi
Rejeki tak terduga didapatkan guru Supriyani setelah divonis bebas di perkara dugaan penganiayaan anak polisi Aipda WH di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan pada Senin (25/11/2024).
Rejeki nomplok itu diberikan tokoh Jawa Barat Dedi Mulyadi yang selama ini intens mengikuti kasus guru Supriyani.
Dedi Mulyadi yang juga calon Gubernur Jawa Barat memberikan uang Rp 50 juta untuk guru Supriyani.
Hal ini terungkap dalam perbincangan telepon Dedi Mulyadi dengan guru Supriyani yang diunggah di youtube KDM Channel pada Senin (25/11/2024).
Awalnya, Dedi menelepon Supriyani untuk menanyakan perkembangan kasusnya.
Baca juga: 3 Tuntutan Kubu Guru Supriyani Usai Divonis Bebas, Perkarakan Perekayasa hingga Minta Ganti Kerugian
Dengan wajah sumringah Supriyani menceritakan vonis bebas yang baru saja diterimanya dalam sidang di PN Andoolo.
"Alhamdulillah diputuskan bebas," ungkap Supriyani yang saat itu berada di rumah orangtuanya.
Dedi pun menanyakan reaksi Bupati Konawe Selatan atas vonis tersebut.
Supriyani mengaku tidak tahu reaksi bupati karena tidak hadir di persidangan.
Sementara terkait somasi yang pernah diajukan bupati kepadanya, Supriyani mengaku sampai saat ini tidak ada tindak lanjut seperti pelaporan.
Hingga kemarin dia juga belum dihubungi pihak bupati maupun kepala dinas Konawe Selatan.
Diakui Supriyani, selama ini yang sangat intens mendampinginya selama persidangan adalah PGRI Sulawesi Tenggara dan PGRI Kecamatan Baito.
Sementara ketua PGRI Konawe Selatan yang dijabat oleh kepala dinas pendidikan, belum sekali pun menemuinya.
Disinggung tentang Hari Guru, Supriyani mengaku rencananya sepulang dari Kendari, dia akan ke sekolah untuk memperingati Hari Guru.
Namun karena waktunya tidak memungkinkan, hal itu urung dilakukan.
Suproyani langsung menuju ke PN Andoolo untuk mengikuti sidang vonisnya.
Supriyani pun memberi pesan di Hari Guru ini.
"Pesan saya untuk di Hari Guru, mudah-mudahan dengan selesainya persidangan saya dan diputuskan bebas, mudah-mudahan guru seluruh Indonesia, lebih nyaman dan aman lagi untuk mendidik anak bangsa," katanya.
Supriyani yang telah 16 mengabdi sebagai guru honorer dengan gaji Rp 300.000 per bulan juga berharap, kesejahteraan guru honorer seperti dia bisa ditingkatkan.
"Harapan saya untuk kedepannya, guru honorer yang belum terangkat, semoga pak menteri secepatnya memperhatikan. Untuk cepat terangkat menjadi ASN," kata Supriyani yang mengaku menerima honor 3 bulan sekali.
Terkait kesejahteraan ini, Supriyani juga berharap statusnya bisa berubah menjadi guru PPPK.
"InsyaAllah bulan 12 ikut tes (PPPK), mudah-mudahan lulus, dan PPG juga mudah-mudahan lulus," kata ulumnus PGSD Universitas Terbuka.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyani pun ikut mendoakan.
Tak hanya itu, mantan Bupati Purwakarta ini pun memberikan rejeki uang Rp 50 juta untuk Supriyani.
"Di Hari PGRI, saya kasih spesial. Suporting saya genapin jadi Rp 50 juta. Semoga ibu tetap semangat. Tetap mengajar, salam bagi teman-teman guru di Konawe Selatan, dan teman-teman ibu di SDN 4 Baito. Salam buat kasek dan gurunya, salah untuk ketua PGRI Sultra. Semangat terus membela para guru," kata Dedi.
Mendengar hal itu, Supriyani mengucap terimakasih sambil menangis.
"Terimakasih pak, terimakasih," katanya berlinang air mata.
Guru Supriyani
Rejeki Nomplok Guru Supriyani
Dedi Mulyadi
Fauzi Bahar
Persatuan Guru Agama Islam (PGAI)
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Rekam Jejak Rusdi Masse Mappasessu yang Gantikan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR |
![]() |
---|
Dimana Sepeda Motor dan HP Driver Ojol Almarhum Affan, Belum Ketemu? |
![]() |
---|
Pratama Arhan dan Azizah Salsha Ternyata Sudah Pisah Rumah September 2024, Tak Dapat Kasih Sayang |
![]() |
---|
Rekam Jejak Willy Aditya yang Tegur dan Ancam Usir Ahmad Dhani Gegara Interupsi Terus Ariel-Judika |
![]() |
---|
'Ya Allah Mau Jadi Apa Bangsa Ini' kata Raisa, Sederet Artis Berduka, Ojol Tewas Dilindas Rantis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.