Beranda Grahadi
Dinas ESDM Jatim dan Pertamina Cek Kesiapan BBM dan LPG Jelang Nataru
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim menggelar Forum Discussion Grup (FGD) tentang Ketahanan Energi
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim menggelar Forum Discussion Grup (FGD) tentang Ketahanan Energi, Senin (25/11/2024).
Dalam forum ini, ESDM Jatim mengundang OPD Provinsi Jatim serta OPD Kabupaten/kota dengan menghadirkan pembicara dari Kepala BPH Migas, Executive General Manager Region Jatimbalinus, PT Pertamina (Persero).
Kepala Dinas ESDM Jatim, Dr Ir Aris Mukiyono, dalam sambutannya mengatakan FGD koordinasi ini untuk mewujudkan sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Stakeholder terkait dalam rangka mengoptimalkan peningkatan ketersediaan/ pasokan BBM dan LPG di Jawa Timur khususnya jelang nataru.
Dengan koordinasi itu, distribusi BBM dan LPG bersubsidi yang tepat sasaran memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi, terutama dalam jangka pendek hingga menengah.
“Dengan memastikan bahwa subsidi BBM dan LPG, hanya dinikmati oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor-sektor produktif tertentu, negara dapat mengurangi pemborosan energi, mengoptimalkan anggaran energi, serta mendorong pola konsumsi energi yang lebih bijak dan berkelanjutan,” kata Aries.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini di wilayah Jawa Timur untuk Kuota Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dalam hal ini solar sebesar 2,5 jt Kiloliter.
Sedangkan untuk Kuota Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) dalam hal ini pertalite sebesar 4,3 jt Kiloliter.
Lalu dari sektor LPG 3 Kg Kuota untuk Jawa Timur sebesar 1,4 jt Metrik Ton.
Ia menjelaskan Pertamina merupakan salah satu operator penyalur BBM dan LPG, dengan realisasii saat ini di wilayah Jawa Timur untuk JBT dalam hal ini solar realisasi tiap tahunnya trendnya mengalami peningkatan, s.d. Oktober 2024 realisasi JBT di Jawa Timur sebesar 2.2 jt Kiloliter.
Sedangkan untuk JBKP dalam hal ini pertalite, s.d. Oktober 2024 realisasi JBKP di Jawa Timur sebesar 3.5 jt Kiloliter.
Lalu dari sektor LPG 3 Kg, s.d. Juni 2024 realisasi LPG 3 Kg di Jawa Timur sebesar 685 ribu Metrik Ton.
Oleh karena itu, mengingat BBM JBT dan JBKP, merupakan Bahan Bakar Subsidi dan Penugasan serta LPG 3 Kg juga bahan bakar bersubsidi diharapkan bantuan, peran serta dan dukungan Pemerintah Daerah dalam pengawasan pendistribusian agar tepat sasaran dan tepat volume sehingga tidak melebihi kuota yang ditetapkan.
“FGD ini dapat memberikan kontribusi untuk mendukung ketahanan penyediaan energi di Jawa Timur, sehingga mendorong percepatan pembangunan di sektor industri, pembangkitan, dan rumah tangga,” jelasnya.
Seusai melaksanakan FGD Sinergitas tentang ketahanan Energi. Dinas ESDM Jatim bersama BPH Migas, Executive General Manager Region Jatimbalinus, PT Pertamina melakukan kunjungan melihat stok Bahan Bakar Minyak dan LPG di Malang untuk menyambut Natal 2024, dan tahun baru (Nataru) 2025.
Pantauan di lapangan, ESDM yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Rendy Herdijanto SE MAk serta Perwakilan Kabupaten/Kota meninjau agen elpiji 3 Kg.
| Produksi Ikan Nelayan Jatim Capai 1Juta Ton/Tahun, Gubernur Khofifah Tekad Wujudkan Ini |
|
|---|
| Tunggu Juknis Program Makan Bergizi Gratis, Pj Adhy Karyono Pastikan Kesiapan Anggaran di APBD Jatim |
|
|---|
| 282 Hewan Ternak Mati dari 6072 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku, Dinas Peternakan Jatim Lakukan Ini |
|
|---|
| Sambut Tahun Baru 2025, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono Gelar Dzikir dan Doa Bersama |
|
|---|
| Penyakit Mulut dan Kuku Kembali Naik, Komisi B DPRD Jatim akan Panggil Dinas Peternakan Jatim |
|
|---|

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/FGD-tentang-Ketahanan-Energi.jpg)