Beranda Grahadi

Produksi Ikan Nelayan Jatim Capai 1Juta Ton/Tahun, Gubernur Khofifah Tekad Wujudkan Ini

Dengan kekayaan dan keunggulan sektor perikanan Jatim saat ini produksi sektor perikanan Jatim capai 1.045.314,87 ton/tahun

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Humas Pemprov Jatim
PRODUKSI MELIMPAH - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau hasil tangkapan ikan nelayan di Pelabuhan Sendang Biru Kabupaten Malang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi sektor perikanan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dengan kekayaan dan keunggulan sektor perikanan Jatim, dikatakan Gubernur Khofifah bahwa saat ini produksi sektor perikanan Jatim mencapai 1.045.314,87 ton tiap tahunnya. 

“Alhamdulillah sektor perikanan Jatim begitu melimpah. Dengan produksi 1.045.314,87 ton per tahun, sebanyak 385.083,4 ton diantaranya diekspor ke berbagai negara di dunia,” kata Gubernur Khofifah di peringatan Hari Nelayan Nasional, hari ini, Minggu (6/4/2025). 

Untuk itu secara khusus ia memberikan apresiasi atas kontribusi para nelayan khususnya nelayan Jawa Timur  terhadap upaya terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia utamanya Jawa Timur.

Bukan tanpa alasan, dengan total 235.578 nelayan di seluruh wilayah Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengaku optimis bahwa upaya mewujudkan cita-cita ketahanan pangan di Indonesia khususnya Jawa Timur akan segera terwujud. 

Baca juga: Segera Beroperasi, Gubernur Khofifah Cek Kesiapan Operasional Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar

"Terima kasih kepada para nelayan di seluruh pesisir Jawa Timur atas kerja kerasnya dalam menjaga ketahanan pangan di Jatim, utamanya di sektor kelautan dan perikanan," kata Gubernur Khofifah

Ia melanjutkan, wilayah strategis yang dimiliki Jawa Timur membuatnya menjadi provinsi peringkat 10 garis pantai terpanjang nasional yang angkanya mencapai 3.543,54 km. 

"Alhamdulillah, ini juga menjadi bukti bahwa kontribusi nelayan sangat tinggi terhadap upaya ketahanan pangan Jatim. Ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran," terangnya.

Tidak hanya petani dan peternak, nelayan disebutnya memiliki peran khusus dalam menjaga kestabilan suplai ikan dalam negeri. 

Keberadaan hasil laut sendiri sangat populer di masyarakat sebagai salah satu sumber protein sehat pengganti daging sapi dan daging ayam. 

Baca juga: Sosok Alim Markus, Bos Maspion yang Diwanti-wanti Gubernur Jatim Khofifah untuk Tak PHK Pekerja

Oleh sebab itu, di momen Hari Nelayan Nasional ini Gubernur Khofifah mengajak seluruh nelayan Jawa Timur untuk saling bahu membahu meningkatkan kualitas dan kuantitas perikanan Jawa Timur.

Salah satunya dengan konsep ekonomi biru atau blue economy yakni pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya laut dan ekosistem pesisir secara bijaksana.

"Konsep ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan tanpa merusak lingkungan," pesan Khofifah. 

Melalui konsep ekonomi biru ini, diharapkan mampu memacu peningkatan hasil laut di Jawa Timur yang juga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

"Selamat Hari Nelayan Nasional untuk seluruh nelayan hebat Indonesia. Terimakasih atas perjuangan, kerja keras, dan kontribusinya menyediakan sumber pangan laut dan menjaga ketahanan pangan Indonesia," pesannya.

"Semoga nelayan Indonesia semakin maju dan sejahtera. Jayalah dan majulah Nelayan Indonesia," pungkasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved