Berita Jember

93 Anak Jadi Korban Kekerasan Sampai September 2024, DP3AKB Jember: Didominasi Perempuan

DP3AKB Jember mencatat ada 93 anak menjadi korban kekerasan dari 181 kasus yang telah dilaporkan hingga September 2024

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: irwan sy
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi korban kekerasan. Foto diperagakan oleh model. 

SURYA.co.id, JEMBER - UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember mencatat ada 93 anak menjadi korban kekerasan dari 181 kasus yang telah dilaporkan hingga September 2024.

"Jadi satu anak itu bisa mengalami dua kasus . Biasanya dia mengalami kekerasan seksual sekaligus juga kekerasan psikis," kata Kepala UPDT PPA DP3AKB Jember, Boedi Santoso, Sabtu (26/10/2024).

Menurutnya, puluhan korban kekerasan tersebut paling banyak adalah anak perempuan, tercatat ada 84 bocah di Jember.

"Sementara anak laki-laki sebanyak 9 korban, per September 2024. Sementara jenis kekerasan yang dialami korban paling banyak kekerasan psikis mencapai 90 laporan," kata Boedi.

Sementara kasus kekerasan seksual, kata Boedi, sebanyak 74 laporan. Kemudian kekerasan sebanyak 9 laporan di UPTD PPA DP3AKB Jember.

"Kasus penelantaran sebanyak dua kasus, yang dialami korban anak perempuan. Dan yang trafficking sebanyak 2 laporan korbannya juga perempuan," ucapnya.

Boedi menilai, jumlah kekerasan anak di Kabupaten Jember sekarang ini bakal lebih banyak ketimbang 2023.

Karena data tahun lalu ada sebanyak 113 korban yang melapor.

"Hal ini menunjukan semakin banyak orang yang sadar. Kalau ada kekerasan terhadap anak harus dilaporkan. Memang masih ada orang-orang belum berani melapor dan menyelesaikan kasus kekerasan terhadap anak secara adat," urainya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved