Berita Gresik

Ingatkan Bahaya Mikroplastik ke Manusia, Ecoton Ajak Mahasiswa Unair Stop Pakai Plastik Sekali Pakai

“Dan yang paling parah, ditemukan mikroplastik pada cairan amnion dan plasenta janin,” kata Rafika.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
Anggota Ecoton Foundation memberi sosialisasi dalam acara SDGs festival di Unair Surabaya, Jumat (25/10/2024). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Lembaga Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) Foundation di Desa/Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik menyasar para mahasiswa dalam sosialisasi bahaya plastik.

Untuk itu Ecoton berpartisipasi dalam acara Sustainable Development Goals (SDGs) festival pada Pameran Inovasi Booth SDGs di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. 

Kepala laboratorium mikroplastik Lembaga Ecoton Foundation, Rafika Aprilianti mengatakan, dalam kegiatan SDG’s festival, Ecoton membawa booth dengan tema ‘Exhibition Human Plastic’. 

Tema ini akibat banyak temuan organ tubuh manusia sudah terkontaminasi mikroplastik. Di antaranya pada bagian otak, paru-paru, hati, ginjal, campuran urin, testis, sperma, kulit, ASI Ibu Hamil. 

“Dan yang paling parah, ditemukan mikroplastik pada cairan amnion dan plasenta janin,” kata Rafika kepada wartawan Jumat (25/10/2024). 

Rafika menambahkan, berdasarkan uji polimer mikroplastik dalam tubuh manusia, persentase yang paling banyak adalah 35,79 persen mengandung botol plastik sekali pakai (PET).

Kemudian 19,38 persen styrofoam (PS), 14,38 persen Pipa PVC, 13,11 persen plastik sachet, 12,98 persen tutup botol, wadah microwave, 2,31 persen kantong plastik, 1,58 persen wadah personal care.

Mikroplastik adalah remahan atau serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Masyarakat Indonesia paling banyak mengonsumsi mikroplastik di dunia, yaitu sebanyak 15 gram per bulan atau setara dengan 1 kartu ATM. 

Dan saat ini mikroplastik sudah banyak ditemukan di seluruh organ dalam tubuh manusia serta mengganggu kesehatan tubuh manusia. 

“Adanya mikroplastik ini bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan manusia. Memang, bahayanya tidak langsung kelihatan oleh kita, tetapi mikroplastik pelahan menyusup dalam tubuh kita. Bahkan dalam janin ibu hamil," jelasnya.

"Plastik tersusun dari 16.000 senyawa kimia, dan senyawa tersebut termasuk dalam senyawa pengganggu hormon, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit kanker, diabetes melitus dan penyakit bawaan lain,” imbuhnya.

Karena itu, Ecoton Foundation memiliki tujuan mengedukasi masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan mikroplastik

Hal itu sesuai dengan tujuan acara festival SDG’s. Sehingga Ecoton berusaha mendorong minat pengunjung untuk berpartisipasi secara aktif dalam pengurangan sampah plastik pada festival SDGs ini.

Karena itu pentingnya aksi nyata dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. 

"Setiap individu memiliki peran penting dalam mengurangi jejak plastik dengan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan tas kain dan mendukung produk kemasan yang dapat didaur ulang,” katanya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved