Berita Gresik

Sampai Bergelantungan Belasan Meter, Komunitas GRRM Lancarkan Pembersihan Masjid-Masjid di Gresik

Kegiatan GRRM kini adalah menjaga kenyamanan dalam beribadah dan meningkatkan kebersihan lingkungan masjid.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
Anggota Komunitas GRRM bergelantungan dengan tali saat membersihkan masjid Masjid Giri Kedaton, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat (19/7/2024). 


SURYA.CO.ID, GRESIK – Di Gresik ada sekelompok masyarakat yang membentuk komunitas Gerakan Resik-Resik Masjid (GRRM), yang rutin melakukan kegiatan sosial ke masjid-masjid. Para anggota GRRM ini memang membersihkan bangunan masjid atau mushala secara gratis.

Kegiatan GRRM kini adalah menjaga kenyamanan dalam beribadah dan meningkatkan kebersihan lingkungan masjid.

Koordinator GRRM, Dhonny Aristianto mengatakan, komunitasnya bergerak untuk membantu merawat tempat ibadah umat Muslim. Mulai masjid, mushala atau langgar.

Selama ini GRRM sudah membersihkan masjid di wilayah Kabupaten Gresik, mulai Masjid Giri Kedaton, Kecamatan Kebomas, Masjid Jami' Baitus Salam Kecamatan Kebomas, Mushala Babusalam, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik dan Masjid Mambaul Ulum, di Kelurahan Kawisanyar, Kecamatan Kebomas.

Keberhasilan yang dilakukan GRRM tidak hanya mengepel lantai, tetapi juga membersihkan pendingin ruangan, seperti kipas angin, AC dan jendela.

"Kami hanya ingin mengabdikan diri untuk beramal membersihkan tempat ibadah. Agar lingkungan tempat ibadah terlihat lebih bersih dan jemaah nyaman," kata Dhonny Aristianto, Jumat (19/7/2024).

Tim komunitas GRRM juga dari berbagai profesi. Mulai dari ahli AC, ahli panjat tebing dan ahli lingkungan. Sehingga kadang ada anggota GRRM bergelantungan dari menara masjid seting belasan meter untuk penyemprotan.

"Anggota GRRM datang dari berbagai profesi, sehingga mereka dipastikan bisa empat membantu membuat ibadah dengan lebih bersih dan lingkungan semakin nyaman," katanya.

Menurut Dhonny, gerakan GRRM ini muncul saat pandemi Covid-19 dan banjir yang menganjurkan kebersihan lingkungan di tempat ibadah. Sehingga, masyarakat umum bisa ikut bergabung.

"Dari bencana tersebut, kita jadikan ladang amal ibadah untuk terus membersihkan tempat ibadah secara berkeliling setiap dua pekan sekali. Sehingga, masyarakat umum bisa ikut bergabung," tandasnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved