Kamis, 30 April 2026

Berita Bojonegoro

Setahun Berselang, Buaya di Sungai Prudung Bojonegoro Kembali Muncul dan Berhasil Diamankan

Lebih satu tahun berselang, tepatnya pada pekan ini, seekor buaya muncul lagi di Desa Kebonagung.

Tayang:
Penulis: Yusab Alfa Ziqin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/yusab alfa zikin
Seekor buaya yang diamankan personil Dindamkarmat Bojonegoro dari Sungai Prudung, Jumat (16/2/2024) pagi. 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Keberadaan buaya di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro telah diketahui sejak akhir 2022.

Waktu itu, dua buaya muncul di dekat persimpangan Sungai Prudung dengan Sungai Bengawan Solo desa Kebondagung. Kontan, dua ekor hewan buas itu menggegerkan warga.

Warga pun melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Bojonegoro. Namun, dua buaya tersebut tidak berhasil ditangkap dan diamankan.

Dengan kecerdikan dan keleluasaannya di medan air, dua buaya tersebut berhasil lolos dari sergapan maupun jebakan yang dipasang. Dua buaya itu, kemudian menghilang.

Lebih satu tahun berselang, tepatnya pada pekan ini, seekor buaya muncul lagi di Desa Kebonagung.

Persisnya di Sungai Prudung. Jaraknya sekitar 1 km dari lokasi kemunculan buaya pada akhir 2022 itu.

Satu ekor buaya yang muncul dan kembali menggerkan warga Desa Kabonagung itu berhasil ditangkap Dindamkarmat Bojonegoro pada Jumat (16/2/2024) pagi sekitar pukul 10.00.

Selama setahun lebih tak termonitor, bagaimana sepak terjang hewan predator yang diduga berkeliaran di seputaran Sungai Prudung dan Bengawan Solo turut Desa Kebonagung itu?

Kepala Dindamkarmat Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, selama kurun waktu tersebut terbilang aman.

Warga Desa Kebonagung tak pernah melaporkan adanya serangan dari buaya.

"Tak ada warga yang menjadi korban serangan buaya. Ternak warga yang dimangsa buaya juga tidak ada," ujarnya, Sabtu (17/2/2024) pagi.

Itu karena sejak kemunculan buaya di Bengawan Solo turut Desa Kebonagung pada akhir 2022, lanjut Gunawan sapaannya, warga setempat senatiasa waspada.

"Kami (Dindamkarmat Bojonegoro, red) juga tak henti melakukan sosialisasi kepada warga agar mewaspadai keberadaan buaya," imbuh pejabat kelahiran 1978 itu.

Salah satu bentuk sosialisasi, kata dia, pihaknya memasang banner di sekitar lokasi kemunculan buaya pada akhir 2022.

Banner itu meminta masyarakat waspada terhadap keberdaan buaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved