Berita Viral

Nasib Mayor Teddy Ajudan Prabowo terkait Pelanggaran Pemilu Diputus Pekan Ini, Jubir Menhan Membela

Nasib Mayor Teddy Indra Wijaya, ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan ditentukan pekan ini terkait dugaan pelanggaran pemilu. 

Editor: Musahadah
kolase tribunnews/tiktok
Nasib Mayor Teddy ajudan Prabowo yang diduga melanggar aturan Pemilu akan diputus pekan ini. Ini pembelaan jubir Prabowo! 

SURYA.CO.ID - Nasib Mayor Teddy Indra Wijaya, ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan ditentukan pekan ini terkait dugaan pelanggaran pemilu. 

Dugaan pelanggaran pemilu itu mencuat setelah Mayor Teddy Indra WIjaya hadir dalam debat capres 2024 yang diselenggaran Selasa (12/12/2024).

Saat itu, Mayor Teddy Indra Wijaya tampil mengenakan kemeja biru, seragam dengan Prabowo-Gibran, serta duduk bersama tim sukses pasangan ini. 

Keberadaan Mayor Teddy yang merupakan prajurit TNI aktif ini pun memunculkan pertanyaan tentang sikap netral TNI dalam pemilu. 

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) langsung mengkaji hal ini dan akan mengumumkan hasilnya pekan ini.

Baca juga: Rekam Jejak Mayor Teddy Ajudan Prabowo Viral usai Hadiri Debat Capres, Dekat dengan Presiden Jokowi

“Kalau proses kajian kami itu tidak boleh lama, ya, karena ini juga prosesnya masih berjalan, maka kami targetkan pekan depan kami sudah bisa menyampaikan ke publik,” kata Lolly Suhenty.

Saat ini Bawaslu masih melakukan penelusuran baik melalui media sosial dan juga laporan masyarakat juga mengumpulkan barang bukti.

Lolly menegaskan Mayor Teddy berpotensi melakukan dugaan pelanggaran pemilu.

Ia mengingatkan ihwal netralitas ASN, TNI/Polri sudah jelas termaktub di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Potensi dugaan pelanggaran tentu kamu harus menyatakan berpotensi terjadi dugaan pelanggaran, tapi hasilnya seperti apa masih dalam kajian Bawaslu,” tuturnya.

Lalu, apa sanksi-nya kalay Mayor Teddy melanggar aturan pemilu? 

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja menegaskan, pihaknya sifatnya hanya menyampaikan dugaan dan rekomendasi apakah ada pelanggaran netralitas TNI oleh Mayor Teddy.

Soal siapa yang akan menindaklanjuti sanksi atau hukuman untuk Mayor Teddy jika terbukti melanggar netralitas, itu akan diserahkan kepada Panglima TNI.

"Kalau diberikan sanksi atau tidak diberikan sanksi oleh Panglima TNI. Kami meneruskan dugaan pelanggaran jika terjadi dugaan pelanggaran," pungkas dia.

Sementara itu, dugaan pelanggaran pemilu Mayor Teddy langsung mendapat reaksi dari Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Dia menyebut kehadiran Teddy dalam debat capres sejatinya hanya menjalankan tugas sebagai ajudan Prabowo.

"Mayor Teddy sedang melakukan tugasnya sebagai ajudan dan pengawalan melekat bukan kampanye," kata Dahnil saat dimintai tanggapannya, Senin (18/12/2023).

Menurutnya, kehadiran ajudan dari unsur TNI/Polri dalam suatu acara politik adalah hal yang wajar.

Mereka, sambungnya, memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan sang atasan.

 Apalagi, Mayor Teddy merupakan ajudan Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

"Secara umum kehadiran ajudan TNI/Polri dalam acara politik adalah wajar dan sah, ajudan TNI/Polri memiliki tugas perlindungan pengamanan terhadap atasan mereka, dan ini diatur dalam Peraturan Panglima TNI Nomor 56 Tahun 2012," jelasnya.

Ketika masa pemilu sedang berlangsung, khususnya pilpres, Dahnil berpendapat setiap capres mendapatkan pengawalan ketat dari aparat.

Oleh sebab itu, baginya kehadiran Mayor Teddy dalam agenda debat tersebut bukan sebuah masalah sebab itu ada aturannya.

"Semua capres mendapatkan pengawalan resmi dari aparat, dan hal tersebut sudah diatur," tutur Dahnil.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksda Julius Widjojono, menyatakan kehadiran Mayor Inf Teddy Indra Wijaya tidak mewakili institusi TNI atau pribadi.

 Julius menegaskan, Teddy hanya memposisikan sebagai ajudan dari Prabowo.

"Kehadirannya tidak mewakili institusi TNI atau pribadi yang ikut berpolitik, yang bersangkutan hanya memposisikan dirinya sebagai ajudan, tidak lebih," jelasnya kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu.

Rekam Jejak Mayor Teddy

1. Lulusan Akmil 2011

Mayor Inf Teddy Indra Wijaya merupakan salah satu dari banyak prajurit terbaik korps baret merah Kopassus.

Melansir dari laman Taruna Nusantara, Teddy Indra Wijaya adalah lulusan Akademi Militer tahun 2011.

Ia merupakan salah satu perwira unggulan yang dimiliki oleh satuan elite Kopassus.

2. Ajudan Presiden Jokowi

Presiden dan asisten ajudannya.
Presiden dan asisten ajudannya. (Youtube Presiden Joko Widodo)

Pada tahun 2014 ia juga sempat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo.

Ia mendampingi sang presiden hingga tahun 2019.

Mayor Teddy pernah bercerita soal pengalaman menjadi orang paling dekat dengan presiden Jokowi.

Dalam wawancara yang dilakukan di halaman Istana Bogor tersebut, Teddy menjelaskan dirinya dan Iptu Syarif harus menjalani seleksi yang panjang hingga terpilih.

"Kami diseleksi dari masing masing angakatan kemudian saya terpilih dari TNI, Syarief dari kepolisian," kata Teddy.

Teddy mengaku sama sekali tidak pernah terpikirkan menjadi ajudan presiden.

Keduanya pun menjelaskan perbedaan ajudan presiden dengan Pasukan Pengaman Presiden atau Paspampres.

"Kalau paspampres pengamanan kalau kita kegiatan bapak sehari hari, sehingga bapak bekerja lancar dan nyaman," kata Teddy.

Menurut Teddy berbagai hal yang dilakukan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke daerah.

"Pertama tiba di kota tujuan bisa melakukan macam-macam, bisa dimulai dari pembagian kartu indonesia pintar (KIP). sertifikat tanah peresmian atau peninjauan. break saat makan siang," kata Teddy.

Presiden Jokowi kata Teddy juga melakukan sejumlah hal saat istirahat.

"Kalau sendiri atau sudah selesai kegaitan, nonton Youtube, baca berita, buka sosial media bacain direct massage (DM) yang dikirim tuh bapak baca lho."

"Oh ini apa nih, coba dicek bener enggak keluhan yang ngirim tadi," kata Teddy.

Mayor Teddy dikenal sangat dekat dengan Jokowi dan keluarganya. 

Bahkan saat menikah, Jokowi dan ibu negara Iriania hadir di rumahnya di kawasan Jatimekar, Jakarta Timur, Minggu (9/9/2018).

Bahkan saat itu Jokowi dan Iriana ikut dalam prosesi siraman sang ajudan. 

3. Belajar di Amerika hingga jadi ajudan Prabowo

Selepas menjadi ajudan Jokowi, Teddy mengenyam pendidikan militer di Amerika Serikat. 

Ia menjadi salah satu perwira muda TNI AD yang berhasil masuk kualifikasi pasukan elite US Army.

Ranger School adalah program sekolah pasukan paling elite di Angkatan Darat AS untuk mencetak lulusan US Army Ranger di Resimen Ranger ke-75.

Pendidikan ini diikuti oleh tentara pilihan yang dipastikan dalam keadaan prima fisik dan mental.

Presentase kelulusan sekolah ini sekitar 20-25 persen dari total siswa di periode pendidikan.

Sekolah ini menerapkan sistem gugur setiap harinya sehingga standar lulusan sangat tinggi.

Bisa dipastikan hanya tentara tangguh yang berhasil lulus dari Ranger School.

Mayor Inf Teddy berhasil menjadi lulusan terbaik US Army Infantry School di Fort Benning, AS, pada November 2019.

Ia juga meraih Tab Ranger untuk program ini.

Ia mendapat predikat International Honor Graduate di antara 185 perwira siswa dimana 171 di antaranya adalah perwira Amerika dan 14 lainnya perwira asing.

Prestasi gemilang lainnya, Mayor Inf Teddy juga menyabet Commandant List Award dengan 20 persen teratas bidang Akademik dan Gold Army Physical Fitness Test (APFT) dengan nilai sempurna 100 persen.

Setelah meraih pangkat Mayor, Teddy ditunjuk sebagai ajudan Menhan Prabowo Subianto

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mayor Teddy Diduga Langgar Aturan, Bawaslu Segera Umumkan Hasil Kajian, Jubir Prabowo Buka Suara

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved