Berita Trenggalek

Pantai Mutiara Trenggalek Jadi Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Pesisir UINSA Surabaya

Bupati Mas Ipin bersama mahasiswa UINSA Surabaya melakukan transplantasi terumbu karang di Pantai Mutiara Trenggalek

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: irwan sy
Sofyan Arif Candra Sakti/TribunJatim.com
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan transplantasi terumbu karang di Pantai Mutiara II, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Kamis (12/10/2023). 

SURYA.co.id, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin), bersama mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan transplantasi terumbu karang di Pantai Mutiara II Trenggalek, Kamis (12/10/2023).

Penanaman terumbu karang tersebut menjadi tanda dipilihnya Pantai Mutiara II menjadi laboratorium lapangan pengelolaan sumberdaya pesisir oleh UINSA Surabaya.

Konservasi lingkungan hidup tersebut diyakini Mas Ipin menjadi langkah baik, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga secara sosial maupun kemanusiaan.

"Teman-teman perlu tahu bahwa oksigen terbesar itu tidak diproduksi dari hutan tropis yang kita punya, tetapi sebenarnya dari pesisir laut," ucap Mas Ipin, Kamis (12/10/2023).

Keberadaan taman-taman di bawah laut tersebut akan mendatangkan fitoplankton dan menciptakan ekosistem flora dan fauna yang bisa menghasilkan oksigen dan menyerap karbon.

"Selain itu, kedepan taman laut dan pembibitan terumbu karang bisa jadi emas biru yang mengungkit kesejahteraan masyarakat," ucap politisi PDI Perjuangan ini.

Aksi transplantasi terumbu karang tersebut menurut Mas Ipin merupakan bentuk keberpihakan civitas akademika terhadap lingkungan hidup yang sama halnya dengan gerakan pemuda di masa revolusi dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Sedangkan tantangan pemuda kedepan adalah kemerdekaan dalam hal keberlanjutan ekologi, dan ekonomi yang berkelanjutan dengan konsep blue econmy atau ekonomi biru.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved