KKB Papua

SIASAT LICIK KKB Papua Serang Prajurit TNI Dibongkar Panglima TNI, Libatkan Ibu-ibu dan Anak-anak

Siasat licik KKB Papua saat menyerang prajurit TNI di Distrik Mugi, Nduga diungkap Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Editor: Musahadah
surya/bobby koloway
Laksamana TNI Yudo Margono membongkar siasat licik KKB Papua saat menyerang prajurit TNI di Distrik Mugi, Nduga, Papua. Satu prajurit TNI gugur dalam peristiwa itu. 

Selain itu pihaknya juga melakukan pergantian pasukan lama yang morilnya sudah turun. 

Pihaknya juga tidak akan melakukan penambahan alutsista. 

"Heli  ituuntuk evakuasi, untuk mendukung logistik. TIdak ada penambahan alutsista," katanya. 

Saat ini pihaknya tengah mengevaluasi keberadaan pos-pos yang ada dan memetakan kembali daerah-daerah yang kerawanannya tinggi. 

Terkait bagaimana mekanisme ke depannya, Yudi belum bisa memastikan. 

"Kemarin kita operasi soft approach, dengan ada seperti ini akan jadi evaluasi. Saya tidak bisa menentukan hari ini.

Dengan kehadiran saya, Pak KSAD, Pangkostrad, Danjen Kopassus, Pangkobangwilhan, Pangdam dan Danrem sebagai pelaksanakan di lapangan,
nanti baru kita tentukan ke depan"

"Operasi humanis ini untuk semua masyarakat yang bersama-sama kita menjaga daerahnya.

Ketika kontak tembak, timbul naluri prajurit muncul. makanya siapkan siaga tempur tadi," tegasnya. 

Seruan Wakil Presiden

Wapres Maruf Amin dan prajurit TNI yang gugur diserang KKB Papua. Habis kesabaran Wapres Maruf Amin Lihat Pasukan TNI Diserang KKB Papua.
Wapres Maruf Amin dan prajurit TNI yang gugur diserang KKB Papua. Habis kesabaran Wapres Maruf Amin Lihat Pasukan TNI Diserang KKB Papua. (kolase Sekretariat Wapres dan SURYA.co.id)

Kesabaran Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tampaknya sudah habis melihat pasukan TNI diserang KKB Papua.

Perbuatan keji KKB Papua itu telah menewaskan seorang prajurit TNI, yakni Pratu Miftahul Arifin.

Pratu Miftahul Arifin tewas diserang KKB dalam misi pencarian pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37), di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023) sore WIT. 

Menurut dia, aparat penegak hukum sudah harus bertindak tegas dalam menghadapi KKB di Bumi Cenderawasih tersebut. 

"Wapres pun menegaskan kini saatnya TNI dan Polri bersikap tegas dalam melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok KKB secara tepat dan tidak mengganggu rakyat sipil," kata Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, Selasa (18/4/2023). 

Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Wapres: Kini Saatnya TNI dan Polri Lakukan Tindakan Tegas ke KKB di Papua'.

"Wapres mengecam keras tindakan kekerasan oleh KKB, yang kembali merenggut nyawa seorang prajurit TNI di tengah perjuangannya melindungi rakyat dan misi kemanusiaan yakni menyelamatkan pilot Susi Air yang masih disandera KKB," ujarnya.

Ia meyakini masyarakat di Papua tak suka dengan keberadaan KKB di sana.

Baca juga: PERJUANGAN Pratu Miftahul Arifin Harus Berutang Untuk Bisa Daftar TNI, Kini Jadi Korban KKB Papua

Oleh sebab itu, TNI dan Polri sebaiknya menjalankan tugasnya dengan baik karena mereka mendapatkan dukungan dari rakyat.

Di samping itu, Ma'ruf juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Pratu Miftahul Arifin saat bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara di wilayah Papua. 

"Wapres mendoakan semoga Pratu Miftahul Arifin yang gugur di medan laga sebagai seorang pahlawan bangsa, diterima segala amal baktinya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Masduki. 

Ia menuturkan, Ma'ruf turut merasakan kehilangan atas gugurnya Pratu Mfitahul Arifin yang merupakan ujian berat bagi keluarga dan rekan-rekan prajurit TNI yang ditinggalkan. 

Ma'ruf mendoakan agar keluarga dan rekan-rekan TNI yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. 

Ma'ruf berharap, keberanian, pengabdian, dan pengorbanan Pratu Miftahul Arifin dapat menginspirasi dan memotivasi semua pihak untuk berjuang menciptakan kedamaian di Papua. 

Sebab, hal itu adalah agenda pemerintah untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan dan menghentikan konflik yang berkepanjangan. 

"Wapres yakin, semangat patriotisme dan cinta tanah air yang telah diwariskan oleh Pratu Miftahul Arifin akan tetap melekat dan terus hidup dalam diri kita semua," ujar Masduki.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved