KKB Papua
PERJUANGAN Pratu Miftahul Arifin Harus Berutang Untuk Bisa Daftar TNI, Kini Jadi Korban KKB Papua
Pratu Miftahul Arifin yang gugur ditembak KKB Papua ternyata memiliki perjalanan berliku untuk bisa menjadi Prajurit TNI. Begini perjuangannya!
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Terungkap perjuangan Pratu Miftahul Arifin menjadi anggota TNI sebelum akhirnya gugur dalam baku tembak dengan KKB Papua atau Kelompok Teroris Eparatis (KTS) pada Sabtu (15/4/2023).
Ternyata Pratu Miftahul Arifin harus berjuang dua kali untuk menjadi prajurit tamtama TNI AD.
Bahkan, kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuatnya harus berutang ke kerabatnya untuk bisa mengikuti seleksi prajurit Tamtama TNI AD.
Hal itu diungkapkan Rohman, paman Pratu MIftahul Arifin saat ditemui di temui di rumah duka di Dusun Krajan, Desa Nanggungan, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Senin (17/4/2023).
DIceritakan, sejak kecil Pratu Miftahul memang bercita-cita menjadi abdi negara sebagai TNI.
Baca juga: NASIB PILU Istri Pratu Miftahul Arifin Korban KKB Papua: Anak Usia 2 Tahun, Ini Pesan Terakhir Suami
“Orangnya (Pratu Miftahul) dari kecil pengen jadi angkatan. Selepas SMA istirahat setahun,” ujar Paklik dari Pratu Miftahul, Rohmadi, Senin siang.
Awalnya dia mendaftar calon bintara (caba) TNI AD pada 2014 namun gagal.
Beberapa bulan kemudian,dia mendaftar calon tamtama (catam) TNI AD dan diterima.
Tugas di tanah Papua bagi Pratu Miftahul bukan kali pertama.
Tahun 2018 lalu, bapak satu anak ini sudah ditugaskan kemudian kembali ke Pacitan.
“Tetapi pada Mei 2022 ditugaskan lagi. Sebenarnya akan pulang pada Mei 2023 ini. Ya sedih pasti mbak,” bebernya.
Menurutnya, Pratu Arifin baik hati dan dermawan. Ketika memutuskan menikah dengan sang pujaan hati Aziza, Pratu Miftahul merenovasi rumahnya secara total.
“Beli keramik biar layak seperti rumahnya orang-orang. Orangnya mandiri betul, sering bantu saudara,” terang Rohmadi,
Pun saat masuk TNI Pratu Miftahul disebut mandiri. Tidak ada sepeserpun uang dari kantong orang tuanya yang berprofesi sebagai petani.
“Untuk biaya akomodasi mendaftar Catam di Magetan sampai pinjam uang ke saudara. Setelah jadi dapat gaji juga langsung dilunasi,” pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.