Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
Dikerahkan Untuk Kawal Sidang Putusan Vonis Ferdy Sambo Hari Ini, Berikut Kehebatan Pasukan Gegana
Pengamanan super ketat digelar oleh Polri mengawal sidang putusan vonis Ferdy Sambo hari ini, Senin (13/2/2023). Kerahkan pasukan gegana.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Pengamanan super ketat digelar oleh Polri untuk mengawal sidang putusan vonis Ferdy Sambo hari ini, Senin (13/2/2023).
Salah satu pasukan khusus yang dikerahkan oleh Polri yakni Pasukan Gegana Brimob.
"Gegana itu wajib karena khawatir ada bom atau apa.
Mereka menyisir dan bersiap (stand by)," kata kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris (AKP) Nurma Dewi, diansir dari Antara.
Nurma mengatakan, penyisiran tim gegana Brimob Polri dimulai pada Minggu (12/2/2023) dengan sterilisasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dilakukan sebagai antisipasi ancaman bom.
Adapun Polres Jaksel mengerahkan lebih dari 200 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan tim Brimob Gegana selama pengamanan sidang pada Senin (13/2/2023).
"Pengamanan pasti diperketat dan jumlahnya masih direkap. Yang pasti, lebih dari 200 personel (dikerahkan) karena Polwan juga turun semua," tambahnya.
Lantas, seperti apa kehebatan pasukan Gegana?
Melansir dari Wikipedia, Tim Gegana adalah bagian dari Polri yang tergabung dalam Brigade Mobil (brimob) yang memiliki kemampuan khusus seperti anti teror, penjinakan bom, intelijen, anti anarkis, dan penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif).
Dalam perjalanan sejarahnya, Gegana berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai satuan khusus Polri mampu menangani tugas-tugas berkadar tinggi.
Beberapa tugas yang telah berhasil dilaksanakan oleh satuan ini antara lain Konflik Aceh, Penangkapan teroris Poso, penjinakan bom, dan lain-lain.
Personel Gegana dalam melaksanakan tugas sering kali tidak diberitahukan identitasnya secara luas untuk menjaga kerahasiaan, keamanan, Keselamatan Pribadi dan keluarga.
Gegana tergabung dalam Pusat Pengendalian Krisis ("Pusdalsis") BNPT yang terdiri dari gabungan antara satuan-satuan khusus, seperti Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) dari TNI-AD, Denjaka dari TNI-AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.
Pusdalsis yang terdiri dari gabungan satuan-satuan elit TNI-POLRI ini ditugaskan sebagai pasukan penanganan terror untuk dikirim bila terjadi aktivitas terrorisme seperti Pembajakan pesawat.
Struktur organisasi Gegana berbeda dengan satuan Brimob lainnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.