Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

BIODATA Brigjen Purn Sunarjono Ayah Baiquni Wibowo yang Bantah Anak Ikut OOJ Pembunuhan Brigadir J

Inilah profil dan biodata Brigjen (Purn) Sunarjono, ayah Kompol Baiquni Wibowo yang pesannya diungkap sang anak saat membacakan pembelaan (pleidoi)

Editor: Musahadah
kolase kompas TV
Brigjen (Purn) Sunarjono, ayah Baiquni Wibowo yang berpesan soal polisi jujur. 

Sunarjono mengaku awalnya tak tahu menahu mengenai kasus yang menjerat anaknya. Apalagi saat itu Baiquni juga santai dan mengatakan tidak ada apa-apa saat ditanya soal pemeriksaan di Irwasum. 

Dia baru menyadari ketika Baiquni diperiksa di Irwasum dan ada petugas Propam yang mendatangi rumahnya. 

Saat itu, petugas ini minta izin mengambil laptop milik Baiquni yang disimpan di rumahnya. 

Dan, Sunarjono pun dengan tangan terbuka meminta petugas itu untuk membawanya. 

Saat kasus ini bergulir kian kencang dan Baiquni akhirnya ditahan, Sunarjono sempat meminta Baiquni untuk berterus terang. 

Karena itu, Baiquni akhirnya menyerahkan bukti kopian DVR CCTV asli yang mematahkan skenario Ferdy Sambo tentang tembak menembak Brigadir J dan Bharada E di rumah dinas Duren Tiga. 

Bukti ini lah yang akhirnya semakin membuat terang kasus ini setelah adanya pengakuan dari Bharada E tentang penembakan, bukan tembak menembak. 

Karena itu, lanjut Sunarjono, dia meyakini Baiquni tidak ada niat untuk merintangi penyidikan kasus ini. 

"Saya berani jamin, tidak mungkin," tegas Sunaryo. 

Sunarjo juga membantah bahwa Baiquni sengaja merusak DVR CCTV. 

"Saya yakin 100 persen (tidak). Saya katakan silakan, jangan dihambat. Kalau gak terbukti, jangan mengada-ada. Pantang saya ngajari anak jabatan ini dikomersilkan," katanya. 

Dikatakan Naryo, apa yang dilakukan Baiquni hanya sekadar menaati perintah atasan. 

"Setiap anggota itu, siap dipimpin oleh atasan siappaun,. Tapi dia tidak tahu karakter pimpinannya. Itu kan resiko. Cari informasi perlu, tapi tidak boleh melanggar tugas, selagi itu berkaitan dengan tugas dia. Loyalitas itu segala-galanya," katanya. 

"Kasus anak saya, hanya perintah saja, tidak tahu niatnya saja. Setiap anggota akan mengabdi pada pimpinannya," katanya. 

Terkait status anaknya yang sudah diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH), Narjo mengaku sedih karena tidak sesuai harapan. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved