Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
SOSOK Nadia Istri Arif Rahman yang Menangis Karir Suami Hancur Karena Ferdy Sambo, Anak Sakit Langka
Inilah sosok Nadia, istri Arif Rachman Arifin terdakwa obstruction of justice pembunuhan Brigadir J, yang menangis di sidang.
Marcella menyampaikan bahwa proses pidana yang dijalani terdakwa Arif Rachman dinilai sangat berat untuk dilalui oleh pihak keluarga. Sebab, AKBP Arif masih menjadi tulang punggung keluarga.
"Terdakwa Arif Rachman merupakan tulang punggung keluarga sehingga putusan perkara a quo akan memberikan dampak yang signifikan bagi anak dan istri Arif Rachman," jelasnya.
Tak hanya itu, kata Marcella, istri Arif Rachman hanyalah seorang ibu rumah tangga yang biasa mengusung anak-anaknya seorang diri selama 6 bulan terakhir sejak kliennya ditahan. Kini, istri Arif hanya bergantung kepada orang tua dan mertuanya yang telah pensiun.
"Istri dari arif rachman bergantung pada orang tua dan mertua yang sudah pensiun. Kebutuhan rumah tangga Arif Rachman hingga kini masih sangat tinggi dengan adanya 3 anak yang masih memerlukan biaya pendidikan," pungkasnya.
Arif Rahman Minta Maaf ke Orangtua

Di bagian lain, Arif Rachman Arifin menahan tangis saat meminta maaf kepada orang tua dan mertuanya karena membuat kecewa terlibat dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Sebelum saya baca pembelaann pribadi ini izinkan saya haturkan permintaan maaf saya kepada ayahanda, ibunda, orang tua, dan mertua tercinta saya," kata Arif.
Arif pun mengakui kekecawaan ayahnya lantaran karirnya harus hancur lantaran terlibat dalam kasus tersebut. Dia pun berharap, ayahnya bisa ikhlas menerima kondisi anaknya.
"Untuk ayahanda saya tahu bagaimana ayahanda berharap kepada saya dan takdir harus seperti ini. Saya berharap ayahanda bisa ikhlas dan Allah segera memulihkan rasa kecewa di hati ayahanda," jelas Arif.
Arif juga menyampaikan pesan kepada ibunda dan mertuanya. Menurutnya, dukungan kedua orang ini menjadi kekuatan baginya untuk menghadapi setiap persidangan.
"Wanita yang paling saya cintai di dunia ini, tempat surga saya terletak, pelindung hati saya. Ingatan saya terhadap cinta kasih ibunda berdua merupakan kekuatan bagi saya untuk bisa berdiri tegak memasuki ruang sidang dan duduk di kursi. Tidak pernah sekalipun terbesit dalam pikiran saya bahwa ini akan terjadi dalam hidup saya," jelasnya.
Lebih lanjut, Arif memahami bahwa setiap air mata yang terjatuh dari ibundanya telah menghancurkan hatinya. Dia pun berdoa agar ibundanya terus diberikan kekuatan dalam hatinya.
"Setiap tetes air mata ibunda merupakan dukungan buat saya walaupun hancurkan hati saya di sisi yang lain. Kekuatan untuk saya bertahan dan tabah serta arahkan hatinsaya. Setiap saat saya hanya bisa berdoa kepada Allah. Semoga Allah selalu menjaga ibunda berdua dan memberi kedamaian di hati," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ibundanya memang kerap berupaya tegar setiap menonton TV ataupun mendengar omongan orang lain tentang kasus yang menimpa dirinya. Namun, dia meyakini bahwa ibundanya tetap akan mendukungnya.
"Saya tahu ibunda berupaya tegar setiap menonton di TV setiap kali membaca berita atau mendengar omongan. Tapi saya yakin ibunda berdua tetap selalu mendukung saya. Dan saya juga berserah diri kepada Allah dan saya yakin Aah tidak pernah salah nilai hambanya," jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.