Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
SIAPA Pejabat Kejaksaan Agung yang Tak Sepaham Bharada Jadi JC? LPSK Sudah Deteksi Sejak Dilimpahkan
Rumor adanya tekanan pimpinan saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan untuk Bharada E (Richard Eleizer Pudihang Lumiu) semakin deras berembus.
SURYA.co.id - Rumor adanya tekanan pimpinan saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan untuk Bharada E (Richard Eleizer Pudihang Lumiu) semakin deras berembus.
Rumor ini mencuat setelah banyak pihak melihat ekspresi jaksa penuntut umum yang tidak biasa di sidang tuntutan Bharada E.
Jaksa Paris Manalu tampak suaranya bergoyang dan sedikit terisak tapi sangat lembut saat membaca tuntutan Bharada E.
Sementara jaksa Shandy Handika tampak beberapa kali memegang dan menggelengkan kepalanya.
Sedangkan jaksa Sugeng Hariadi tampak mengusap air mata, membuang muka ke samping dan menepuk punggung rekannya (Paris Manalu) yang saat itu membacakan tuntutan.
Baca juga: TERBARU Imbas Bharada E Dituntut 12 Tahun Penjara: Ayah Brigadir J Dicatut Video Hoaks, Ini Faktanya
Terbaru, wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi menyebut ada pejabat tertentu di Kejaksaan Agung yang sejak awal seperti tidak meyakini atau tidak sepaham tentang Bharada E sebagai justice collaborator.
Bahkan sikap itu sudah ditampakkan dari sejak perkara ini diilimpahkan ke kejaksaan.
Siapa pejabat kejagung tersebut?
Edwin mengaku tidak perlu menyebut namanya. Namun dipastikan kalau tuntutannya seperti itu, masih ada rangkaiannya.
"Meskipun situasi JPU di lapangan berbeda sekali. Artinya kami sudah punya kesepahaman bahwa Richard adalah justice collaborator," kata Edwin Partogi dikutip dari tayangan Ruang KD di channel youtube Official NET News, Minggu (22/1/2023).
Diakui Edwin, komunikasi dengan jaksa penuntut selama ini enak, bagus dan tidak ada hambatan.
"Dugaan saya, mereka menjadi seperti beban. Saya tidak berprasangka buruk dengan para JPU. Memang ada situasi yang tidak bisa mereka tolak, kalau memang arahan pimpinan bagaimana?," katanya.
Apakah ada JPU yang mengaku kalau memang dia ditekan? Edwin tak mau mengungkapkan.
"Saya gak mau memperkeruh suasana saat ini," katanya.
Diakui Edwin, pihaknya yang berinteraksi dengan JPU di persidangan, tahu suasana batin mereka.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.