Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
SIAPA Pejabat Kejaksaan Agung yang Tak Sepaham Bharada Jadi JC? LPSK Sudah Deteksi Sejak Dilimpahkan
Rumor adanya tekanan pimpinan saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan untuk Bharada E (Richard Eleizer Pudihang Lumiu) semakin deras berembus.
"Kami tahu posisi mereka seperti itu selama proses itu".
"Itu hal yang sama-sama bisa dilihat permirsa di TV. Mereka seperti berat.
Kalau perhatikan di bagian akhir, memang berat mereka, sampai temannya disampingnya mencoba menguatkan dengan memegang bahunya," katanya.
Menurut Edwin, ada disparitas antara mereka secara fungsonal sebagai JPU di persidagan yang merasakan kemanfaatan keterangan Bharada E, dengan mereka yang ada di menara gading, pejabat struktural yang menentukan isi jumlah tuntutan.
"Saya gak tahu apakah tepat penggunaman kata intervensi. Saya gak punya maksud something wrong. Antara mereka yang jadi JPU di persidangan ketika membuat rentut termasuk pidananya bukan sepenuhnya kuasa JPU," tegasnya.
Sebelumnya, Pakar Mikro Ekspresi, Monica Kumalasari melihat ada ekspresi sedih yang ditampilkan dari bahasa nonverbal ketiga jaksa tersebut.
" Dilihat dari mikro ekspresi ini ada ekspresi sedih. Ada yang mengusap mata seperti ada air mata jatuh, tangan menepuk dua kali kepada rekan yang mebacakan tuntutan. Ini ada 3 orang jaksa penuntut dengan suasana kebatinan berbeda," sebut Monica dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Rabu (18/1/2023).
Dikatakan Monica, ketika masyarakat hanya melihat isi tuntutan ini tanpa mengamati mikro ekspresi, maka akan kecewa.
Tetapi, dari mikro ekspresi yang ditampilkan ini bisa dilihat bahwa tim JPU ini menyampaikan tuntutan dengan berat hati.
"Kita tidak bisa tahu apa yang ada di belakang. Ada sesuatu yang memberatkan bagi mereka, secara kebatinan, emosi dan perasaan mereka ikut terlibat di dalamnya," terang Monica.
Dijelaskan Monica, ada dua hal yang harus diperhatikan ketika melihat ekspresi terhadap sebuah persitiwa, yakni dlihat dari thinking (kognisi) atau feeling.
Ketika kognisi dan feeling kurang selaras, maka yang ada adalah nurani yang berbicara kemudian terekspresikan dengan bahasa non verbalnya.
"Dukungan secara psikologis dan lain-lain, saya lihat dalam rangkaian tadi serasa. Walaupun mereka berusaha tampil secara kuat, fair. tetapi bahasa non verbal mereka menyampaikan dukungan atau empati terhadap apa yang diputuskan oleh mereka," katanya.
Apakah ini berarti para jaksa ini mendapat tekanan?
Dikatakan Monica, memang tIga-tiganya memiliki suasana kebatinan yang sama. apa yang dibacakan mengandung suasana kebatinan yang tinggi..
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.