Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

NASIB PILU Ayah Bharada E Dipecat dari Kerja Imbas Kasus Sambo, Keluarga Ngadu ke Jokowi di Manado

Nasib pilu keluarga Bharada E (Richard Eliezer Pudihang Lumiu) di Manado terungkap setelah sang anak dituntut 12 tahun penjara. 

Editor: Musahadah
kolase youtube Kompas TV/tribun manado/istimewa
Ayah Bharada E, Sunandang Junus Lumiu dipecat dari kerjanya setelah kasus yang menjerat sang anak. Kini tulang punggung keluarga hanya BHarada E. 

SURYA.CO.ID - Nasib pilu keluarga Bharada E (Richard Eliezer Pudihang Lumiu) di Manado terungkap setelah sang anak dituntut 12 tahun penjara. 

Ibu Bharada E, Rynecke Alma Pudihang akhirnya mengungkap kondisi sang suami, Sunandang Junus Lumiu yang ternyata kini tak memiliki pekerjaan. 

Ayah Bharada E dipecat dari pekerjaannya sebagai sopir setelah sang anak terjerat kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo

Hal ini diungkapkan Rynecke Alma Pudihang dalam wawancara di program Breaking News Kompas TV, Kamis (19/1/2023). 

Rynecke atau yang biasa disapa Ine mengungkap saat ini Bharada E adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. 

Baca juga: INI KELOMPOK Gerakan Bawah Tanah untuk Vonis Ferdy Sambo Menurut IPW, Pakar Intelijen: Ada Indikasi

"Kami ini dari orang keci, bapaknya sudah diberhentikan sebagai sopir di perusahaan. Sedangkan Icad tulang punggung kami.
Kami gak tahu apa yang terjadi di persidangan besok dan nanti," kata Ine dengan menangis saat menanggapi tuntutan 12 tahun penjara yang dijatuhkan ke anaknya, Bharada E

Ine pun tak henti-hentinya memohon keadilan untuk sang anak. 

"Kami mohon keadilan untuk icad. keadilan seadil-adilnya," katanya sambil terisak. 

Ine juga menegaskan bahwa baik dia maupun Icad sudah memohon maaf kepada keluarga Brigadir J. 

"Apalagi kami dan keluarga Yosua sudah ketemu. kami sudah meminta maaf kepada keluarga Yosua.
Kami sangat merasakan apa yang dirasakan ibu Rosti. Kami sudah meminta maaf kepada keluarga," tukasnya. 

Diakui Ine, pihaknya sangat senang ketika Icad mendapatkan status justice collaborator dan dia sangat mendukung hal itu.

Kalau pada akhirnya jaksa tidak melihat hal itu, dia mengaku sangat kecewa.

"Kami dari awal sangat senang karena icad jadi JC. Tapi kenapa setelah tututan baru ada berita JC nya icad tidak bisa dipakai. Kami sangat sakit, sangat kecewa," kata Ine. 

Ine mengaku akan terus mencari keadilan buat sang anak. 

"Seandainya hakim juga menyetujui tuntutan jaksa, kami sebagai orang tua tidak akan terima. Kami tidak akan berhenti sampai dimana pun, kami akan terus mencari keadilan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved