Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
POLEMIK Sarung Tangan Ferdy Sambo: Tudingan Arman Hanis Dimentahkan Kubu Bharada E, Ini Kata Pakar
Tudingan kubu Ferdy Sambo yang menuduh Bharada E berbohong soal sarung tangan langsung dibantah Ronny Talapessy.
Hasil rekaman CCTV di rumah Ferdy Sambo di Saguling dan depan rumah Duren Tiga, beberapa saat sebelum pembunuhan Brigadir J diputar kembali di persidangan, Selasa (20/12/2022).
Namun, hasil rekaman CCTV di rumah Saguling yang diputar ini hanya dua dari 53 rekaman CCTV yang ada di lantai satu dan menyorot di garasi dan lift.
Rekaman CCTV di rumah Saguling yang telah dikalibrasi oleh tim Puslabfor Mabes Polri ini didapat dari flash disc yang dikirimkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, bukan diambil dari DVR.
Di depan persidangan, Ahli Digital Forensik, Heri Priyanto menyebut dua CCTV di rumah Saguling dan satu di depan rumah Duren Tiga itu yang paling krusial untuk kasus ini.
"Saya hanya menerima flash disc saja, tidak ada DVR. Menerima dari penyidik Polda Metro Jaya," ungkapnya.
Hakim Wahyu Iman Santoso lalu menanyakan tentang CCTV di lantia 2 dan 3 di rumah Saguling yang akan menjadi bukti penting kasus ini.
Namun, ahli mengaku tidak menerima bukti CCTV di lantai 2 dan 3 rumah Ferdy Sambo untuk dikalibrasi.
Ahli juga menyebut baru menerima bukti CCTV itu lebih dari seminggu setelah penembakan Brigadir J, yakni tanggal 24 Juli 2022.
"Apa kemungkinan yang lantai 2 dan 3 tercecer di penyidik?," tanya hakim.
"Saya tidak tahu," jawab ahli.
Berikut beberapa momen yang terekam dari CCTV tersebut:
Putri Candrawathi dan Kuat Maruf Masuk Lift Bareng
Rekaman CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo Jalan Saguling, memperlihatkan Putri Candrawathi dan Kuat Maruf bersama naik ke lantai 3 menggunakan lift di hari peristiwa pembunuhan Brigadir J pada 8 Juli 2022.
Awalnya, CCTV memperlihatkan Ferdy Sambo tiba di rumah Saguling dan menaiki lift menuju lantai 3.
Kemudian, Putri Candrawathi terlihat tiba di rumah Saguling dari perjalanan Magelang-Jakarta dan melakukan tes PCR.