Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
POLEMIK Sarung Tangan Ferdy Sambo: Tudingan Arman Hanis Dimentahkan Kubu Bharada E, Ini Kata Pakar
Tudingan kubu Ferdy Sambo yang menuduh Bharada E berbohong soal sarung tangan langsung dibantah Ronny Talapessy.
Ronny lalu merasa CCTV yang menunjukkan Ferdy Sambo turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu masuk rumah Duren Tiga tidak jelas.
“Kalau dikuatkan dengan kesaksian saudara Romer, bahwa dia melihat saudara Ferdy Sambo turun dari mobil, senjata HS jatuh, sudah memakai sarung tangan."
"Tapi kan CCTV-nya hari ini (Selasa) yang ditunjukkan tidak jelas. Itu tangan kanannya Ferdy Sambo masuk di kantong sebelah kanan," tegas Ronny.
Ronny lalu menyoroti sikap Ferdy Sambo yang seolah ingin menang sendiri.
"Terlihat sekali ketika Romer melihat Ferdy Sambo yang jatuh pistolnya, itu tidak dibantah. Tetapi terkait sarung tangan itu dibantah. Tapi di sini terlihat bahwa tangan kanan Ferdy Sambo itu masuk ke dalam kantong," katanya.
Ronny kembali menegaskan bahwa yang disampaikan Richard Eliezer adalah Ferdy Sambo mengenakan sarung tangan ketika mengeksekusi Brigadir J di rumah Duren Tiga.
"Peristiwa pidana ini sudah utuh, tapi skenario mereka coba menyudutkan Richard Eliezer bahwa keterangannya berubah-ubah. Perlu diketahui publik bahwa yang banyak berubah itu keterangan mereka," pungkas Ronny.
Di bagian lain, Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar, Ahmad Suparji, menyebut Ferdy Sambo yang tidak mengenakan sarung tangan hitam bukan berarti bisa mengeliminasi pasal pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya Brigadir J.
“Seandainya memang benar bahwa dia tidak menggunakan sarung tangan bukan kemudian berarti langsung mengeliminasi atau menghilangkan keterlibatan yang bersangkutan dalam konteks terjadinya pembunuhan berencana tadi itu,” jelasnya, Selasa, seperti diberitakan Kompas.tv.
“Meskipun tentunya menjadi pertimbangan bahwa sekiranya pakai sarung tangan akan semakin kelihatan perencanaan itu."
"Tapi sekali lagi, bukan menghapuskan pertanggungjawaban pidana seandainya ada pembunuhan berencana itu,” lanjut Ahmad Suparji.
Ia melanjutkan, pembunuhan berencana yang diduga dilakukan Ferdy Sambo cs itu sudah relatif mendekati kebenaran materiil.
“Tinggal bagaimana mencari peran masing-masing dari lima terdakwa tadi itu."
"Namun demikian perbedaan keterangan atau kemudian apa yang disampaikan ahli forensik itu tidak secara otomatis kemudian menghapuskan pertanggungjawaban dari Ferdy Sambo,” terang Ahmad Suparji.
Hasil Rekaman CCTV Lainnya
