Berita Mojokerto

Tiga Tersangka Pembunuh Pemuda Pengurus IPNU Mojosari Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan berencana Pemuda Pengurus IPNU Mojosari, Kabupaten Mojokerto, bermotif utang piutang. Ketiga tersangka diancam hukuman mati.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar membeberkan barang bukti kasus pembunuhan terhadap pemuda pengurus IPNU Mojosari, di Mapolres Mojokerto, Selasa (29/11/2022). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Polisi berhasil menangkap tiga tersangka pembunuhan Ahmad Hasan Muntolip (26) Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) Kecamatan Mojosari.

Dua dari tiga pelaku adalah kakak beradik, yakni Muhammad Nur Hidayatulloh alias Dayat (25) warga Dusun Tegalsari, Desa/ Kecamatan Puri yang berperan sebagai otak pembunuhan sekaligus eksekutor yang membunuh korban.

Sedangkan, Muhammad Siro Juddin alias Udin (27) berperan menyiapkan alat dan membantu merencanakan membunuh korban di Toko Jaya Gorden di Jalan Airlangga, Mojosari pada Senin (21/11/2022) sekitar pukul 20.15 WIB.

Udin juga yang membungkus jasad korban menggunakan kain sarung, tiga korden, tikar, kemudian diikat menggunakan tali rafia.

Udin juga menyiapkan dua kendaraan yang digunakan sebagai sarana, yaitu mobil Honda Brio warna kuning 1879 N, kendaraan rental. 

Lalu, mobil Mitsubshi Lancer warna putih B 1050 UP yang digunakan ketiga tersangka untuk membuang jasad korban ke Pacet-Cangar.

Tersangka perempuan, Anis Anjarwati alias AJR (27) warga Kecamatan Puri, Mojokerto, turut serta membantu kejahatan pembunuhan.

Ia terlibat memastikan keberadaan korban dengan janjian, AJR menemui korban di tempatnya bekerja, di Toko Jaya Gorden Mojosari.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar menjelaskan, kasus pembunuhan atau pencurian disertai kekerasan dan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Jasadt korban dibuang di tepi jurang Jalan Raya Pacet-Cangar.

"Tersangka ada tiga orang, satu pelaku utama MNH alias Dayat selaku eksekutor (Membunuh korban) dan dua tersangka lain turut membantu menyiapkan alat untuk menusuk dan sarana kendaraan," jelas Kapolres Apip di Mapolres Mojokerto, Selasa (29/11/2022).

Apip mengatakan, tersangka Udin turut serta membantu kejahatan pembunuhan dengan menyiapkan alat yang digunakan untuk membunuh korban berupa besi berbentuk Y (Alat Tambal Ban) diameter 10 milimeter.

Tersangka juga membersihkan darah korban di lokasi kejadian pembunuhan.

Jasad korban dibungkus sarung, gorden dan tikar itu ditaruh di jok belakang mobil Mitsubishi Lancer, lalu dibuang ke Jalan Raya Pacet-Cangar pada Selasa (22/11/2022)  sekitar pukul 04.25 WIB.
 
"Jadi dua tersangka lain MSJ alias Udin dan AJR turut membantu, perannya membantu menyiapkan alat tusuk, dua mobil, mengawasi lokasi TKP saat kejadian dan membersihkan darah di lantai toko hingga membuang mayat korban. Kalau tersangka wanita memastikan keberadaan korban, sehingga pelaku bisa masuk ke dalam toko melakukan eksekusi," bebernya.

Apip menyebut, motif pembunuhan korban terkait piutang. Dua tersangka saudara kandung itu menaruh dendam lantaran korban memiliki utang pada tersangka Dayat Rp 4,5 juta dan tersangka Udin sekitar Rp 2,5 juta. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved