Berita Ponorogo

Pasca Insiden Meninggalnya Seorang Santri Akibat Dianiaya, Pihak Ponpes Gontor Lakukan Ini

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo megambil banyak pelajaran dari peristiwa meninggalnya seorang santri akibat dianiaya

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) megambil banyak pelajaran dari peristiwa meninggalnya santri AM (17).

Saat ini, pihak Ponpes Gontor sedang melakukan proses perbaikan yang menyeluruh mulai dari sistem pengasuhan hingga sistem pendidikan.

"Saat ini kami sedang membentuk tim khusus untuk evaluasi internal, untuk memperbaiki kualitas sistem tersebut," kata Guru Pondok Gontor, Ahmad Saifulloh, Rabu (14/9/2022).

Perbaikan sistem ini akan memperhatikan tuntutan jaman, tanpa melupakan core value atau nilai inti yang sudah dimiliki oleh Pondok Gontor.

Baca juga: Polisi Temukan Fakta Baru Usai Gelar Rekontruksi Kasus Penganiayaan Santri Ponpes Gontor

Baca juga: VIRAL Ibu Mengadu ke Hotman Paris Hutapea Soal Anaknya Meninggal di Pondok Gontor Ponorogo

Baca juga: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Meninggalnya Santri Ponpes Gontor Ponorogo

Baca juga: VIDEO Ponpes Gontor Minta Maaf Terkait Santrinya yang Meninggal Dunia Akibat Dianiaya

Nilai inti yang dimaksud adalah panca jiwa dan motto Pondok Gontor yang menjadi dasar pengembangan sistem pendidikan di Pondok Gontor yang berpusat di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

"Kami juga mohon doa dari masyarakat Indonesia, bahwa kami sudah berpengalaman 100 tahun melakukan pendidikan, proses pendidikan di indonesia," jelas Ahmad Saifulloh.

"Kami mohon doa, supaya bisa terus berkontribusi dalam pengembangan tenaga atau generasi muda Indonesia ke depan lebih baik lagi, dan tentu mencetak generasi bangsa yang terus memberikan kontribusi yang besar kepada pembangunan Indonesia," lanjutnya.

Baca juga: KRONOLOGI Santri Ponpes Gontor Dianiaya Hingga Meninggal, Kemenag Ponorogo Temukan Sejumlah Fakta

Baca juga: Hasil Autopsi Jenazah Santri Ponpes Gontor, Ada Memar di Dada Akibat Benda Tumpul

Baca juga: Terungkap, Ternyata Ada 3 Santri Ponpes Gontor yang Menjadi Korban Penganiayaan

Ahmad Saifulloh mengatakan, selama hampir 100 tahun berdiri, Ponpes Gontor sudah mencetak 33 ribu alumni pesantren yang memberikan kontribusi besar pada bangsa dan negara Indonesia.

"Sehingga kami mohon doa, agar semua bisa jadi lebih baik dengan sistem pendidikan pesantren yang sudah selama ini bertahan jauh sebelum Indonesia merdeka," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved