Hepatitis Misterius

UPDATE Hepatitis Akut Misterius Menular lewat Asupan Makanan, Ini Penjelasan Menkes Budi Gunadi

Hepatitis akut atau hepatitis misterius saat ini menjadi momok bagi anak-anak. Baru-baru ini, seorang anak di Tulungagung meninggal diduga terjangkit.

Editor: Iksan Fauzi
CANVA
ILUSTRASI hepatitis akut. Hepatitis akut atau hepatitis misterius menular lewat asupan makanan. Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan penjelasan. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Penyakit hepatitis akut atau hepatitis misterius saat ini menjadi momok bagi anak-anak.

Hepatitis adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada organ hati.

Baru-baru ini, seorang anak di Tulungagung meninggal diduga terjangkit.

Sebelumnya, tiga anak di di Jakarta juga meninggal diduga disebabkan oleh hepatitis akut.

Penyakit hepatitis akut ini diketahui menyerang anak-anak usia di bawah 16 tahun.

Terkait media penyebaran hepatitis akut ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara.

Di artikel di bawah ini, Anda juga bisa mengenali gejala hepatitis akut yang sedang menyerang anak-anak di puluhan negara lain.

Baca juga: Anak Usia 7 Tahun di Tulungagung Terkonfirmasi Hepatitis Akut, Dinkes Kirim Sampel ke Kemenkes RI

Menurut Budi Gunadi Sadikin, virus yang menyebabkan penyakit hepatitis akut menular lewat asupan makanan atau melalui mulut.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Ir Budi Gunadi Sadikin ketika menghadiri acara Sidang Terbuka Dies Natalis Unair ke-67, Selasa (9/11/2021).
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Ir Budi Gunadi Sadikin ketika menghadiri acara Sidang Terbuka Dies Natalis Unair ke-67, Selasa (9/11/2021). (SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana)

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk rajin cuci tangan dan memastikan kebersihan dari makanan yang masuk ke mulut.

"Apa yang perlu dilakukan masyarakat yang pertama adalah virus ini menular melalui asupan makanan yang lewat mulut. Jadi, kalau bisa rajin cuci tangan, jadi kita pastikan apa yang masuk ke anak-anak kita untuk bersih, karena ini menyerang di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah lima tahun," ujar Budi saat memberikan paparan hasil evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara virtual, Senin (9/5/2022).

Ia pun menjelaskan, ciri-ciri penyakit hepatitis akut ditandai dari demam dan tingginya indikator serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT).

"SGPT dan SGOT itu normalnya di level 30-an. Kalau udah naik agak tinggi lebih baik refer ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat," kata dia.

Adapun saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat serta Inggris mengenai penyakit hepatitis akut yang belakangan marak terjadi.

Baca juga: KENALI 5 Gejala Hepatitis Misterius Pada Anak Wajib Diwaspadai, di Jatim Ditemukan 114 Kasus Suspect

Hasilnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti virus penyebab penyakit yang banyak menyerang anak-anak usia di bawah 16 tahun ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved