Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Update Corona di Bangkalan: Pasien Sembuh Meningkat, Bupati Ra Latif Semangati Warga dengan Sembako

Update Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan dalam lima hari terakhir trennya mulai menurun. Sebaliknya, jumlah pasien sembuh terus bertambah.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad faisol
Hujan tidak menyurutkan langkah Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron untuk mengunjungi, memberikan semangat, hingga membawakan mereka sembako sejumlah masyarakat yang sedang isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19, Sabtu (26/6/2021) . 

Untuk capaian vaksinasi tahap pertama dengan sasaran masyarakat umum mencapai 30.962 orang dan vaksinasi tahap kedua mencapai 19.794 orang dari total 39.715 target sasaran vaksinasi.

“Muncul usulan dari beberapa kepala desa agar program Serbuan Vaksinasi dilakukan per desa sebagai upaya ‘jemput bola’. Saat ini vaksinasi yang kami lakukan masih digelar per kecamatan,” terangnya.  

Selain mengunjungi lokasi-lokasi pemberian vaksinasi, Ra Latif juga menyambangi, berbincang, memberikan semangat, hingga membawakan sembako untuk masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri di beberapa rumah di Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan.

“Mudah-mudahan lekas sembuh dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga aktifitas kita bisa kembali seperti biasa. Sementara ini saling jauhan dulu demi kesehatan bersama,” tutur Ra Latif.

Ia juga mengimbau para petugas di lapangan untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat dalam memberikan edukasi tentang Covid-19, bahaya, pencegahannya, termasuk penerapan 5 M protokol kesehatan.  

Selain menambah wawasan masyarakat, pemakaiaan bahasa yang sederhana akan membuat masyarakat lebih termotivasi. Sehingga mendorong rasa saling peduli untuk bersama-sama mengakhiri wabah Covid-19.

“Secara psikologis, masyarakat dan pasien positif butuh dukungan moril melalui bahasa yang mudah diterima. Sehingga proses penyembuhan berjalann lebih cepat,” pungkas Ra Latif. 

Sementara itu, Camat Klampis, Abdul Malik mengungkapkan, masyarakat di Kecamatan Klampis mulai berinisiatif memeriksakan diri sejak dini melalui rapid test antigen. Seperti yang dilakukan sejumlah masyarakat di Desa Ko’ol, Moara, dan Pologan Kecamatan Klampis.

“Kecamatan Klampis berstatus zona merah, Para kepala desa turut aktif menghadirkan warganya untuk rapid test antigen. Bahkan lebih dari 100 orang, awalnya kami hanya menargetkan 50 orang,” singkat Abdul Malik.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved