Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kisah Hendy Siswanto yang Berulang Kali Bangkrut sampai Akhirnya Menjadi Bupati Jember

Kisah Hendy Siswanto yang berulang kali bangkrut sampai akhirnya menjadi Bupati Jember, Jawa Timur (Jatim).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Tri Mulyono
SURYA.CO.ID/SUGIHARTO
Bupati Jember Hendy Siswanto (kanan) berswafoto dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network yang juga Pemred Harian Surya, Febby Mahendra Putra, di pendopo kabupaten Jember, Kamis (1/4/2021). 

Selama setahun bagus hasilnya. Kemudian saya menanam sendiri, sewa lahan, ee...malah kayunya dijarah orang, bangkrut lagi. 

Saya juga pernah jadi tukang memasang pipa air bersih. Saya ini suka kerja. 

Kemudian ketika di Jakarta, saya mencoba melamar ke Kementerian Perhubungan.

Dari 2.000-an orang yang mendaftar, saya lolos. Awalnya ya kerja di lapangan. Namun ya kerja sebagai PNS kan gajinya segitu. 

Lalu saya sempat mengajukan pensiun dini, karena ingin pulang ke Jember. Ketika itu, istri sudah di Jember dan membangun usaha di sini, usaha baju dan restoran.

Istri sampai harus ngirim uang juga ke saya, karena gaji tidak cukup. Waktu mengajukan pensiun dini, ternyata tidak boleh, sampai akhirnya saya malah disekolahkan ke Austria untuk belajar tentang teknik lagi.

Setelah pulang, saya bekerja di Ditjen Perkeretaapian, sampai akhirnya saya memilih benar-benar pensiun dini dan pulang ke Jember.

Waktu pertemuan saya dengan anak-anak sangat kurang, jarang ngumpul. Akhirnya pulang kampung. 

Pulang kampung, dan sampai akhirnya mencalonkan diri sebagai bupati. Bisa diceritakan proses mencalonkan diri sebagai bupati, dan apa yang ingin Bapak Bupati tinggalkan setelah menjabat 3 tahun 8 bulan nanti?

Saya melihat kampung saya kok tetap begini. Tetangga saya masih banyak yang miskin. Dari situlah saya kemudian berpikir, ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi warga Jember, dan membuat Jember lebih baik. 

Tentunya saya bilang terlebih dahulu ke istri. Ya tidak disetujui, Pak. Tidak boleh. Saya terus berusaha meyakinkan istri, sampai akhirnya dibolehkan. 

Dan sebagai bupati, tentunya saya ingin meninggalkan yang terbaik untuk masyarakat Jember.

Saya ingin Jember memiliki platform sentra investassi yang mudah. Jember juga harus tetap menjadi kota religius. Jember juga harus memiliki kemudahaan akses informasi.

Ada platform pemerintahan yang transparan, sehingga siapapun nanti yang jadi bupati, tinggal menyesuaikan saja, tinggal menjalani. 

Jadi Anda tidak ingin meninggalkan piring kotor, apalagi piring pecah?

Iya. 

Pak Bupati, apa enak dan tidak enaknya menjadi seorang bupati? 

Enaknya, sebagai bupati saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya membantu orang lain melalui kebijakan, bisa mengubah lebih baik.

Tidak enaknya, waktu berkumpul sama keluarga, berkurang lagi. Cucu saya enam orang. Kami biasa ngumpul bareng, makan bareng.

Karena sekarang jadi bupati, sehingga istri yang berusaha mengatur waktu supaya bisa tetap ngumpul sama anak-anak. Atau anak-anak yang berinisatif. 

Terkait mobil Maung produksi Pindad. Mobil produksi anak negeri. Ini kenapa kok memilih beli mobil yang isinya besi doang ini?

Iya, mobil ini tidak ada plastiknya sama sekali. Saya membeli ini bukan untuk gagah-gagahan. Jember ini medannya menantang, banyak perbukitan dan pegunungan.

Mobil Maung ini bisa menjawab medan-medan itu. Kedua, produk ini adalah produk lokal, produk dalam negeri, kalau bukan kita siapa yang akan mencintai produk dalam negeri.

Melalui cara ini pula, saya ingin mengajak warga Jember mencintai dan memakai produk lokal Jember. 

Kelebihan mobil ini apa, Pak?

Di suspensinya, sangat hebat karena mobil taktis. Berat mobil ini 2,5 ton, namun bisa jumping sampai setinggi 3 meter dan tidak ada masalah.

Memang sejauh ini, hanya dibawa jalan-jalan ke desa-desa karena masih belum ada nomornya, dan kami sedang mengurus izinnya. Jika sudah ada izin, kami akan membawa ke daerah perbukitan atau pegunungan. 

Mobil ini juga bisa menolong, jika ada kendaraan lain yang rusak, seperti untuk menarik. Harga mobilnya Rp 600 juta. 

Pak, di akhir wawancara kita, apa yang ingin bapak sampaikan sebagai closing statement?

Kepada bapak-bapak semua, teman-teman semua, saudara semua, kawan-kawan bupati se-Indonesia dan seluruh warganya, mari datang ke Jember. Jember sudah berubah.

Silakan berinvestasi di Jember, kami punya wisata hebat, produksi macam-macam dan hebat.

Komoditas kami bagus, ada tembakau, kopi yang luar biasa. Kami juga memiliki Jember Fashion Carnaval (JFC). 

Kami juga ingin menjadikan Jember sebagai penghasil kopi robusta di Indonesia. Satu lagi, di Jember juga ada Puslit Kopi dan Kakau, satu-satunya pusat penelitian kopi dan kakao di Indonesia itu ada di Jember.

Jadi silakan datang ke Jember untuk belajar tentang kopi dan kakao. Jember akan membuat Anda puas.(sri wahyunik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved