Breaking News:

Liputan Khusus

Verifikasi Tilang Elektronik Via Gadget

Pelanggarannya sebagian besar tidak memasang sabuk pengaman. Sisanya melanggar markah, rambu rambu dan menerobos lampu lalu lintas.

surya.co.id/febrianto ramadani
Aipda Arie P, Operator Etle Satlantas Polrestabes Surabaya, menunjukkan salah satu jenis pelanggaran tilang elektronik yang tertangkap kamera CCTV Mall Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Rabu siang (10/3/2021) 

SIM atau STNK yang sebelumnya disita petugas akan diantar ke rumah.
Dalam layanan ini, jika melalui SMS cukup kirim nomor pelanggar, nomor tilang dan tanggal sidang.

Sedangkan lewat WA, cukup mengirimkan foto surat tilang saja dengan mencantumkan alamat.

Warga yang memanfaatkan layanan ini cukup menyiapkan uang denda tilang sesuai putusan pengadilan, plus Rp 20.000 untuk jasa pengirimannya.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya Safri Abdullah, mengatakan beberapa bulan yang lalu sudah ada kesepakatan dengan kepolisian, kejaksaan, bahwa tilang elektronik prosesnya sama.

"Petugas memproses pelanggar dengan mengirim bukti pelanggar ke rumah masing-masing. Meski demikian, tetap ada tilang seperti biasa," ujar Safri, Rabu (10/3/2021).

Menurut Safri, SIM dan STNK pelanggar akan diblokir jika mereka tidak segera mengurusnya dengan melakukan pembayaran denda pada waktu yang sudah ditentukan.

"Prosedur di pengadilan tidak bertemu dengan orang, berkas itu dikirim lalu hakim memutuskan kemudian dieksekusi di kejaksaan. Mekanisme tetap seperti biasa," terangnya.

Mekanisme Baru

Sementara itu suasana di Pelayanan Tilang Elektronik atau E-TLE di Mall Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Rabu (10/3/2021) siang, nampak lengang.

Saat itu hanya terlihat satu orang yang datang melakukan verifikasi. Pelanggar tilang elektronik itu bernama Hendro (42).

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved