Liputan Khusus

Verifikasi Tilang Elektronik Via Gadget

Pelanggarannya sebagian besar tidak memasang sabuk pengaman. Sisanya melanggar markah, rambu rambu dan menerobos lampu lalu lintas.

surya.co.id/febrianto ramadani
Aipda Arie P, Operator Etle Satlantas Polrestabes Surabaya, menunjukkan salah satu jenis pelanggaran tilang elektronik yang tertangkap kamera CCTV Mall Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Rabu siang (10/3/2021) 

"Petugas memproses pelanggar dengan mengirim bukti pelanggar ke rumah masing-masing. Meski demikian, tetap ada tilang seperti biasa," ujar Safri, Rabu (10/3/2021).

Menurut Safri, SIM dan STNK pelanggar akan diblokir jika mereka tidak segera mengurusnya dengan melakukan pembayaran denda pada waktu yang sudah ditentukan.

"Prosedur di pengadilan tidak bertemu dengan orang, berkas itu dikirim lalu hakim memutuskan kemudian dieksekusi di kejaksaan. Mekanisme tetap seperti biasa," terangnya.

Mekanisme Baru

Sementara itu suasana di Pelayanan Tilang Elektronik atau E-TLE di Mall Pelayanan Publik Siola, Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Rabu (10/3/2021) siang, nampak lengang.

Saat itu hanya terlihat satu orang yang datang melakukan verifikasi. Pelanggar tilang elektronik itu bernama Hendro (42).

Di tempat itu Hendro melihat jenis pelanggaran yang ia lakukan.
Informasi berupa data, tempat dan waktu kejadian lengkap ditampilkan oleh petugas melalui perangkat komputer.

"Jenis pelanggaran menerobos lampu merah di Mayjen Sungkono 28 Februari lalu. Waktu itu saya mengendarai kendaraan roda empat. Terburu-buru soalnya. Saya dijadwalkan sidang tanggal 26 Maret," ujarnya.

Operator E-TLE Satlantas Polrestabes Surabaya Aipda Arie P mengatakan, kepolisian memulai penindakan pelanggaran lalu lintas dengan metode dan mekanisme yang baru di tahun 2021.

"Pada saat ini masyarakat bisa melakukan konfirmasi pelanggaran lalu yang telah dilakukan hanya dengan menggunakan gadget di rumah masing-masing," terangnya.

Dengan mengakses etle.jatim.polri.go.id untuk konfirmasi dan memasukkan nomor surat konfirmasi ke website, sehingga data akan keluar. Sehingga dengan demikian tidak perlu ke Siola.

Selain itu, lanjut Aipda Arie, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Criminal Justice System, seperti Pengadilan Negeri dan Kejaksaan, dengan formula E-TLE yang baru ini, tidak melakukan penyitaan barang bukti SIM dan STNK.

"Alhamdulillah cukup efektif dalam mencegah masyarakat datang ke Siola. Adapun yang datang cuma beberapa saja yang tidak memiliki gadget atau pda saat memproses tidak bisa karena sinyal lemah. Sehingga datanya kurang dan seterusnya baru bisa diurus di sini," tuturnya.

"Karena bisa dilakukan di rumah, sehingga kondisi pada saat ini di Pos E-TLE Gakkum Siola lengang. Satu hari yang datang tidak sampai belasan orang," lanjutnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved