Breaking News:

Berita Tulungagung

Cewek 13 Tahun Tulungagung Ini Dikira Sakit Perut, Ternyata Hamil 7 Bulan Hasil Perbuatan Ayah Tiri

Nonik (13)-bukan nama asli- harus menanggung beban kehamilan yang usianya 7 bulan akibat ulah ayah tirinya.

Kolase
Ilustrasi siswi SMP di Tulungagung disetubuhi ayah tiri dan kini hamil 7 bulan. 

"Tersangka mengaku tergiur kemolekan tubuh anak tirinya," ungkap Retno.

Sj menikahi ibunya Nonik pada tiga tahun silam.

Dua orang ini sama-sama ditinggal pasangannya masing-masing.

Persetubuhan pertama terjadi pada September 2019.

Saat itu Nonik berniat membeli sebuah barang secara online, namun uangnya kurang.

Sj kemudian mau membayar barang itu, asalkan Nonik mau menemaninya tidur saat malam.

Berkat bujuk rayunya, Nonik menerima tawaran itu.

"Setiap bulan satu kali Sj melakukan perbuatan ini.

Terakhir pada Mei 2020," pungkas Retno.

Kasus di Ponorogo

ILUSTRASI
ILUSTRASI (YouTube/Louie 1)

Kasus serupa juga menimpa cewek Ponorogo.

Namun, di Ponorogo korban dihamili pemuda berusia 19 tahun.

Kini, Satreskrim Polres Ponorogo mengamankan pemuda itu.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi menyebutkan kronologi bermula saat DP menjalin hubungan asmara dengan korban berinisial FA (16) pada Februari 2019 lalu.

Pada waktu pacaran, DP yang merupakan warga Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman sering membelikan FA paket data internet serta memberikan hadiah berupa tas agar rasa sayang korban ke tersangka semakin besar.

"Setelah itu pada kurun waktu Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019 tersangka mengajak korban berhubungan intim kurang lebih sebanyak 10 kali," kata Hendi, Jumat (9/10/2020).

Untuk yang pertama kali, pelaku mengajak berhubungan badan di sebuah kebun jagung di Desa Sumpel, Kecamatan Jambon, Ponorogo.

Awalnya korban menolak namun tersangka berjanji tidak akan mengeluarkan air maninya di dalam kemaluan korban sehingga tidak sampai hamil.

Jika hamil pun sang pria berjanji akan bertanggungjawab dengan menikahinya.

"Korban pun akhirnya mau berhubungan layaknya suami istri dan kejadian tersebut dilakukan berulang kali di rumah tersangka," kata Hendi.

Akibatnya, korban yang masih pelajar pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan pada Minggu (20/9/2020).

"Kasus ini berawal dari laporan dari orang tua korban yang tidak terima anaknya masih dibawah umur," ucap Hendi.

Selama kehamilan, keluarga tidak mengetahui dan baru ketahuan dari laporan bidan tempat korban melahirkan yaitu di Desa Krebet, Kecamatan Jambon.

"Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 juncto ke 76 d, 82 ayat 1, juncto pasal 76 e, uu ri no 35 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved