Breaking News:

Berita Kediri

Hajatan Pernikahan dan Sunatan di Kabupaten Kediri Boleh Digelar, Tapi Tuan Rumah Wajib Rapid Test

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri memperbolehkan hajatan pernikahan dan sunatan. Tapi tuan rumah harus menggelar rapid test

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Para anggota paguyuban Sor Terob kabupaten Kediri saat menggelar unjuk rasa beberapa waktu lalu 

SURYA.co.id | KEDIRI - Paguyuban pekerja Sor Terob di Kabupaten Kediri bisa bernafas lega. Pasalnya, tuntutan mereka agar diperbolehkan menggelar acara hajatan telah mendapat lampu hijau dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2020).

Hal ini muncul setelah berlangsungnya rapat pertemuan membahas tata cara dan protokol kesehatan acara hajatan pernikahan dan sunatan.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan paguyuban pekerja Sor Terob bersama dengan GTPP Covid-19 di Kantor Pemkab Kediri.

Paguyuban pekerja Sor Terob merupakan perkumpulan dari pekerja seni yang biasa tampil di acara hajatan. Di antaranya jasa penyewaan sound system, tenda, serta katering. 

Pekan lalu, mereka menggelar unjuk rasa ke kantor Pemkab Kediri karena adanya larangan menggelar acara hajatan pernikahan dan khitanan. 

Nurkabib, salah satu perwakilan pekerja Sor Terob usai pertemuan menyebutkan tim GTPP memberikan lampu hijau kepada paguyuban Sor Terob untuk beraktivitas kembali.

"Malahan mulai besok kami sudah diperbolehkan menggelar acara. Sedangkan keluarga yang punya hajat harus dilakukan rapid tes dahulu," ungkapnya.

"Usulan kami diterima semua, selain itu juga tidak ada poin-poin yang memberatkan. Karena pada masa pandemi Covid 19 semua harus disiplin dalam menjaga kesehatan," jelasnya.

Sementara dr Achmad Chotib, Juru Bicara GTPP Covid 19 Kabupaten Kediri menjelaskan, setelah dilakukan pembahasan, telah disepakati beberapa poin protokol kesehatan untuk menyelenggarakan acara hajatan.

"Acara yang diperbolehkan hanya untuk hajatan nikah dan sunatan, diluar itu belum diizinkan. Namun dengan protokol yang sangat ketat untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid 19," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved