Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Susah Payah Kabupaten Banyuwangi Perangi Sampah Plastik, Hasilnya

Di Banyuwangi berbagai upaya dilakukan untuk memerangi sampah plastik. Mulai pelarangan air mineral kemasan plastik hingga sampah dikonversi emas

Tayang:
Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Haorrahman
Pasar Wit-witan di Banyuwangi yang tidak boleh ada wadah plastik, sebagai upaya pengurangan sampah plastik. 

Mereka dilatih mengoptimalkan sistem pengangkutan, pengumpulan hingga pengolahan sampah.

Di TPST Tembokrejo, sampah yang diangkut dari rumah warga lantas dipilah dan dikelola.

Sampah organik dimanfaatkan untuk kompos dan budidaya larva lalat black soldier fly yang memiliki kemampuan mengurai sampah organik. Sementara yang non-organik, dipilah sesuai jenisnya untuk dijual.

Sejak April 2018 hingga Februari tahun ini, jumlah sampah non-organik yang dijual Bumdes mencapai 10,4 ton.

Chief Delivery Officer STOP Project Systemic, Andre Kuncoroyekti mengatakan saat itu pihaknya datang dalam keadaan warga yang masih membuang sampah di laut.

Awalnya hanya sekitar 400 rumah yang ikut program ini. Sekarang 100 persen warga sudah dilayani oleh Bumdes. Tapi kini warga desa bisa dibilang seratus persen sudah membuang sampah ke tempat yang tersedia. Cakupannya sudah mencapai seluruh rumah tangga di Desa Tembokrejo yang berjumlah 8900 rumah tangga.

Bumdes saat ini telah berhasil menjual sampah yang telah diolah kebeberapa daerah seperti Surabaya dan Pasuruan. Tiap bulan Bumdes bisa mendapatkan hasil Rp 25 juta dari pengelolaan sampah.

“Setelah berjalan satu tahun lebih, telah ada perubahan fisik sungai di dekat Pantai Satelit. Tumpukan sampah sudah tidak terlalu banyak, di pinggir-pinggir sungai juga tidak ada tumpukan sampah,” kata Andre.

Andre mengatakan, selama satu tahun mendampingi warga Desa Tembokrejo, pihaknya melakukan beberapa program intervensi. Salah satunya aktif mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat dengan melibatkan kader PKK, Posyandu dan Kader Pengajian.

“Kami terus mengedukasi warga tentang efek negatif sampah, kenapa harus peduli dan apa manfaatnya bagi kehidupan mereka dan generasi berikutnya. Kami bersyukur warga bisa memahami dan memberikan timbal balik positif. Sekarang semua membuang sampah di tempatnya dan tidak di laut lagi,” katanya.

Tidak hanya kampanye, namun Systemiq juga melengkapi sistem persampahan yang ada di desa, salah satunya dengan memberikan fasilitas moda pengangkutan sampah, dan conveyor.

Andre mengaku pihaknya kini tengah meningkatkan kapasitas Bumdes Tembokrejo agar bisa menerima pengelolaan sampah dari desa-desa sekitarnya. Salah satu yang menjadi sasaran Systemiq dalam waktu dekat adalah Desa Sumberberas.

“Di Sumberberas kami tengah menyiapkan sejumlah program antara lain memperluas TPST dan menginventarisir peralatan pengelolaan sampah yang dibutuhkan. Harapannya, Sumberberas juga bisa seperti Tembokrejo,” ujarnya.

Hadiah Sepeda Motor

Untuk menangai sampah plastik, Pemkab Banyuwangi juga bekerjasama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa), Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved