Sabtu, 2 Mei 2026

Kuntulan Ewon Ribuan Pelajar Banyuwangi, Mendikdasmen: Peringatan Hardiknas Terbaik

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti hadir langsung dan mengaku takjub serta larut dalam suasana perayaan tersebut

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Aflahul Abidin
TAMPILAN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi menampilkan atraksi seni kolosal Kuntulan Ewon di Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu (2/5/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti yang hadir takjub dan larut dalam suasana. 

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi berlangsung meriah dengan atraksi seni kolosal Kuntulan Ewon yang melibatkan seribu lebih pelajar dari SD hingga SMA di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti hadir langsung dan mengaku takjub serta larut dalam suasana perayaan tersebut.  

"Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional terbaik se-Indonesia. Semangat dari Hari Pendidikan Nasional inilah yang harus terus kita tingkatkan," puji Mendikdasmen kepada SURYA.co.id.

Dibawakan 1.060 Pelajar Banyuwangi

Kesenian kolosal "Kuntulan Ewon" dibawakan oleh 1.060 pelajar yang terdiri atas 560 penabuh rebana dan 500 penari dari tingkat SD hingga SMA se-Banyuwangi dengan rancak.

Baca juga: IPM Terus Naik, Mendikdasmen Peringati Hardiknas di Kabupaten Banyuwangi

Para pelajar ini berkolaborasi dengan seniman dan budayawan, menampilkan pertunjukan seni tradisi yang memadukan gerak, musik, dan nilai-nilai religius, menjadi sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian seni budaya lokal.

Berakar dari Kesenian Hadrah

Kesenian kuntulan merupakan salah satu bentuk seni tradisi yang berkembang di Banyuwangi.

Kuntulan berakar dari kesenian hadrah, yang dibawa oleh para ulama sebagai media dakwah Islam.

Dalam perkembangannya, kesenian ini mengalami akulturasi dengan budaya lokal, sehingga melahirkan bentuk pertunjukan yang khas dengan perpaduan gerak tari, tabuhan alat musik rebana, serta syair-syair bernuansa religi.

Para pelajar tampil kompak dengan gerakan dinamis yang berpadu dengan tabuhan rebana dan lantunan shalawat, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan.

Apresiasi Menteri Abdul Mu'ti

Menteri Abdul Mu'ti nengapresiasi Banyuwangi yang melibatkan pelajar untuk mengaktualisasikan potensi mereka.

Hal ini bisa memupuk kepercayaan diri dan rasa cinta tanah air dengan tetap berakar pada budaya lokal.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita dapat membangun generasi yang unggul, kuat, dan hebat, mereka yang akan memajukan Indonesia menjadi negara yang maju dan bermartabat. Anak-anak kita boleh menjadi anak yang berwawasan global, itu harus, tapi mereka tidak boleh meninggalkan nilai dan budaya lokal yang luhur," sambung Mendikdasmen.

Tampil Apik

Saat pertunjukan berlangsung, ribuan siswa tampil memenuhi lapangan Taman Blambangan dengan formasi rapi dan berlapis, para penabuh hadrah mengenakan busana khas adat Osing hitam berudeng dipadu aksen merah putih membentuk garis panjang serempak. 

Sementara para penari bergerak lincah mengikuti irama, sembari mengangkat tangan dan melangkah cepat selaras tabuhan, menciptakan gelombang gerak yang harmonis dan memukau penonton.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved