Liputan Khusus

Penggemar Balap Motor Tak Banyak Tahu Jika Pemakaian Sirkuit GBT Surabaya Gratis

Sejumlah pembalap liar dan mekanik merasa bila Pemerintah Kota Surabaya kurang melakukan sosialisasi

Penggemar Balap Motor Tak Banyak Tahu Jika Pemakaian Sirkuit GBT Surabaya Gratis
surya.co.id/istimewa/komunitas coins surabaya
Anggota Komunitas Coins Surabaya saat menjalani latihan di Sirkuit Gelora Bung Tomo pada awal Juni 2019. 

Sebab, menurutnya, sebagian joki balap liar tak memiliki perlengkapan keamanan untuk kejuaraan.

Selain itu, dia berharap tribun penonton ditambah dan ruang kesehatan tersedia di sirkuit balap GBT.

Fasilitas di Sirkuit balap GBT harus dibuat lebih lengkap dari sirkuit Kenjeran, agar menjadi daya tarik bagi Okky atau pembalap liar untuk memacu kendaraan di sana.

“Perlengkapan yang perlu ada dan disewakan yakni wearpack, sepatu dan helm. Jika perlengkapan itu disewakan juga bisa menambah pemasukan pemkot. Soal tanggung jawab kerusakan barang sewaan juga bisa dibebankan pada penyewa,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pemkot bisa melakukan sosialisasi tentang sirkuit balap GBT melalui media sosial.

Tak kalah penting, pemkot juga perlu melakukan sosialisasi langsung dengan mendatangi bengkel balap.

“Apabila memakai sirkuit balap GBT dikenai biaya sewa, setiap bengkel diberikan kartu member potongan harga. Karena mencoba motor balap di lintasan tak cukup hanya sekali dua kali. Untuk mendapat setingan yang pas motor harus diuji coba berkali-kali. Potongan harga bisa mengurangi biaya pengeluaran bengkel,” terangnya.

Hal senada dikatakan pembalap liar Hidayat Romadhani (25).

Sebaiknya pemkot melakukan sosialisasi soal pengenalan sirkuit balap GBT dan fasilitas di dalamnya.

Sementara dirinya juga belum tahu betul soal fasilitas yang ada di sirkuit balap GBT dan juga soal biayanya apakah gratis atau tidak.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved