Rabu, 22 April 2026

Pilgub Jatim 2018

Kosgoro 1957 Mengaku Kecewa Tak Dilibatkan Golkar Pilih Khofifah

Kosgoro menilai bahwa penunjukan tersebut tak melalui dengar pendapat dengan kader partai di tingkat bawah.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya/bobby constantine koloway
Yusuf Husni, Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Timur (kanan) menghadiri acara Kosgoro, Jumat (24/11/2017). 

Namun, Khofifah justru tidak hadir tanpa memberikan jawaban yang jelas.

"Berarti beliau tidak membutuhkan Kosgoro. Jadi, disini Kosgoro memilih sikap tidak ada urusan dengan pilgub Jatim dan calon gubernur yang ditetapkan DPP Partai Golkar,” papar Yusuf.

Akibat lain keputusan DPP itu, kata Yusuf, Lima calon yang sudah mendaftar ke DPD I bakal punya dampak politis bagi partai Golkar.

Sebab, para pendaftar ikut berkontribusi besar terhadap peningkatan popularitas dan elektabilitas Partai Golkar dalam beberapa bulan terakhir.

"Karena para calon itu punya jaringan dan pendukung sendiri-sendiri, Golkar mendapat manfaatnya,” tambah Yusuf.

Namun sayangnya, sampai hari ini, belum ada komunikasi apapun terhadap para calon yang daftar itu.

Hal ini terbukti banner baliho lima kandidat calon gubernur yang daftar itu masih terpasang di 38 kab kota.

"Sesuatu yang awalnya dilakukan dengan cara tidak baik, biasanya hasilnya juga tidak baik,” ingat wakil ketua DPD Golkar Jatim ini.

Dengan demkian, Kosgoro 1957, kata Yusuf, tidak bertanggung jawab terhadap kebijakan DPP Partai Golkar terkait cagub yang diusung.

Sebab, hal ini menyangkut pertanggung jawaban Golkar kepada publik serta para kandidat yang telah mendaftar.

"Apalagi ada dua kader terbaik Kosgoro, yakni Ridwan Hisjam dan Estu Bagio yang ikut mendaftar resmi dan sudah membantu popularitas Golkar. Namun, sayangnya, tidak diperlakukan layaknya kandidat cagub,” pungkas Yusuf.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved