Sabtu, 18 April 2026

Travel

Nikmati Matahari Terbit di Gunung Budheg Tulungagung, Serasa Berada di Hamparan Awan

Dengan waktu tempuh satu jam, puncak Gunung Budheg sering dijadikan tempat melihat matahari terbit.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
surya/david yohannes
Agus Utomo (40), ketua Pokdarwis Gunung Budheg berdiri di batu papan nama, Sumbangan dari Pemprov Jatim. 

Pelaku biasanya pencari rumput untuk pakan ternak.

Namun ada pula pembakar rumput ini dari kalangan pemburu.

Harapannya saat rumput dibakar, landak yang bersembunyi lari ke tepi tuhan.

Di sana para pemburu sudah bersiga dengan anjingnya.

“Kadang siangnya dibakar, malamnya mereka berburu dengan anjing. Sampai sekarang saya masih mengidentifikasi pelakunya,” terang Agus.

Lokasi Wisata
Saat Gunung Budheg mulai menghijau, Agus berpikir untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Sebab jika hutan tidak memberi manfaat ekonomi terhadap warga, lambat laun mereka akan merusak kembali.

Tahun 2011 Agus merintis upaya menjadikan Gunung Budheg menjadi destinasi wisata.

Bermula dari pos kecil di kaki gunung sebelah barat, Agus terus membangun sejumlah fasilitas.

Mulai dari musala, toilet hingga sejumlah tempat nongkrong.

Sejumlah binatang peliharaan juga dihadirkan untuk menambah pesona.

Bagi mereka yang kuat mendaki, puncak Gunung Budhek merupakan destinasi andalan.

Dengan waktu tempuh satu jam, puncak Gunung Budheg sering dijadikan tempat melihat matahari terbit.

Di tempat tersebut seolah berada di atas hamparan awan.

“Kalau yang kuat bisa naik hingga ke puncak. Kalau wisatawan yang mengajak anak, atau sekedar bermain cukup di sekitar posko,” tambah Agus.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved