Senin, 20 April 2026

Travel

Nikmati Matahari Terbit di Gunung Budheg Tulungagung, Serasa Berada di Hamparan Awan

Dengan waktu tempuh satu jam, puncak Gunung Budheg sering dijadikan tempat melihat matahari terbit.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
surya/david yohannes
Agus Utomo (40), ketua Pokdarwis Gunung Budheg berdiri di batu papan nama, Sumbangan dari Pemprov Jatim. 

Berkat upaya gigihnya, Perhutani membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan Gunung Budheg dengan Agus.

Atas nama Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Agus sekaligus menjadi Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Budheg.

Tidak main-main, luas area yang dipercayakan Perhutani mencapai104 hektar.

Atas upayanya, tahun 2014 LMDH Gunung Budheg menjadi yang terbaik di KPH Blitar.

Tahun 2015 Agus mendapat anugerah Kalpataru tingkat Provinsi, sebagai Pengabdi Lingkungan.

Warga sekitar kini juga menikmati dampak ekonomi beredaaan tempat wisata Gunung Budheg.

Mereka membuka tempat penitipan motor. Banyak juga warga yang membuka warung makanan di kaki gunung, di dekat akses ke Gunung Budheg.

“Cukup bayar Rp 3.000, fasilitas lengkap mulai toilet, musala hingga Wifi gratis berkecepatan tinggi. Bahkan sinyalnya bisa mencapai 100 meter ke arah puncak,” ujar Agus berpromosi.

Kini Agus terus mengembangkan Gunung Budheg.

Salah satunya dengan membangun aula yang mampu menampung 100 orang.

Jika ditambah halaman, kapasitasnya bisa mencapai 300 orang.

Lokasinya berada di ketinggian sekitar 50 meter, dengan pemandangan yang indah.

Di sisi selatan area persawahan dan pegunungan. Sedangkan di sisi barat persawahan dan perkampungan Desa Tanggung.

“Kami tawarkan konsep acara di atas bukit. Mulai dari gathering, arisan dan kami coba untuk pesta pernikahan di sini,” tandas Agus.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved