Travel
Harga Avtur Naik, Citilink : Harga Tiket Disesuaikan Bertahap
Maskapai penerbangan Citilink memastikan layanan penerbangan kepada masyarakat tetap berjalan optimal
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Citilink sesuaikan tarif dan operasional akibat kenaikan harga avtur mulai 1 April 2026.
- Maskapai terapkan fuel surcharge sesuai regulasi dan manfaatkan insentif PPN DTP 11 persen agar tiket tetap terjangkau.
- Penyesuaian jadwal dilakukan, namun Citilink pastikan layanan tetap optimal dengan fokus pada keselamatan dan kenyamanan.
SURYA.co.id, SURABAYA - Maskapai penerbangan Citilink memastikan layanan penerbangan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah kenaikan harga avtur yang berlaku mulai 1 April 2026.
Seiring kondisi tersebut, Citilink menyesuaikan kebijakan operasional dan tarif penerbangan sejalan dengan implementasi penyesuaian fuel surcharge serta dukungan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen.
Respon Lonjakan Harga Avtur
Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai respons atas lonjakan harga avtur yang berdampak langsung terhadap biaya operasional industri penerbangan nasional.
Baca juga: Indonesia Jaga Kenaikan Harga Tiket Pesawat di Kisaran 9–13 Persen, Dampak Tingginya Harga Avtur
“Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan industri penerbangan di tengah kenaikan signifikan harga avtur,” ujarnya, dikutip SURYA.co.id, Rabu (8/4/2026).
Dalam hal tarif, Citilink menyebut akan melakukan penyesuaian harga tiket secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, hingga regulasi yang berlaku.
Merujuk Kebijakan Pemerintah
Penyesuaian tersebut juga merujuk pada kebijakan pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026 mengenai perubahan komponen biaya tambahan atau fuel surcharge pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik.
Tak hanya itu, Citilink juga berencana mengimplementasikan insentif PPN DTP sebesar 11 persen guna menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat bagi masyarakat.
Sesuaikan Jadwal dan Frekuensi Penerbangan
Sebagai langkah mitigasi atas kenaikan biaya operasional, Citilink turut melakukan penyesuaian pada sejumlah jadwal dan frekuensi penerbangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional maskapai tetap berjalan efektif, efisien, serta berkelanjutan di tengah dinamika industri penerbangan.
“Evaluasi terhadap penyesuaian operasional dan tarif akan dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan harga avtur yang sangat dinamis,” tambahnya.
Jaga Kualitas Layanan
Meski melakukan sejumlah penyesuaian, Citilink menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas layanan kepada pelanggan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.
"Ke depan, kami juga akan terus berkoordinasi dengan regulator dan para pemangku kepentingan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal serta konektivitas transportasi udara masyarakat tetap terjaga," tutupnya.
| Wisata Petik Lumbung Stroberi Pandanrejo Batu, Tiket Mulai Rp25 Ribu |
|
|---|
| Nikmati Sentuhan Lokal Hingga Kopi Premium di Blue Sky Premier Lounge T2 Bandara Juanda |
|
|---|
| Jujugan Baru Di Bali, Adiwana Alas Harum, Ekspresi Dari Resor Butik Berkelas di Ubud |
|
|---|
| Awal Libur Panjang Imlek 2026, KAI Daop 8 Surabaya Layani 42 Ribu Lebih Pelanggan |
|
|---|
| Jemaah Umrah dari Bandara Internasional Juanda Naik 21 Persen Sepanjang 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penyesuaian-tarif-tiket-dan-operasional-penerbangan-secara-bertahap.jpg)