Minggu, 10 Mei 2026

Eksklusif Menjaga Jejak Kemerdekaan

Relakan Miliaran Rupiah Demi Pugar Gedung Bekas Markas Jepang

Mereka juga diwajibkan ikut pelatihan yang rutin diberikan tim konservasi Cagar Budaya Pemkot Surabaya maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya/benni indo
Gedung Grha Wismilah di Jalan Dr Soetomo Surabaya yang tetap terawat, Sabtu (15/8/2015). 

Kesan kuno lebih kental terlihat di lantai dua. Di sini semua masih utuh, mulai dari tangga, ornamen ruang, hingga ubin yang terbuat dari kayu. Sama persis dengan kondis saat gedung itu dibangun pada 1920-an.

Saat pemugaran dilakukan pada 2006, bagian-bagian di lantai dua hanya dipoles, diperkuat, dibersihkan, dan diperindah.

Aktivitas manajemen Wismilak tidak dipusatkan di gedung bersejarah ini, Wismilak memusatkan aktivitas di gedung baru.

Gedung empat lantai yang dibangun menyatu sehingga terasa menjadi satu kesatuan dengan gedung lawas.

Apalagi, kesan kuno juga dipadukan. Arsitektur dan ornamen bangunan nyaris sama. Perbedaan yang terasa ada pada ukuran kusen pintu dan jendela kayu yang sedikit lebih kecil.

Perbedaan lainnya, jendela-jendela di gedung baru ini menggunakan kaca permanen tanpa dilengkapi daun jendela, krepyak kayu.

Henry tidak mau membuka angka pasti biaya pelestarian, yang mencapai miliaran.

“Yang pasti kami sangat konsen dengan bangunan sejarah dan kami all out melestarikannya,” tegas Henry.

Kesungguhan melestarikan gedung peninggalan itu diantaranya dibuktikan dengan usaha Wismilah memasang pengaman. Menanam paku bumi di sekeliling lahan seluas 999.89 m2 itu.

Tujuannya agar tanah persegi yang ditempati gedung itu tidak gerak sehingga struktur bangunan tidak runtuh.

Tidak cukup itu. Untuk perawatan rutin, Wismilak membentuk tim khusus. Tugasnya memelototi detil bagian gedung, sekaligus memperbaikinya secara berkala. Termasuk memeriksa tembok yang basa akibat resapan air dan mengganti cat yang belang.

Ada belasan orang dalam tim ini. Mereka para karyawan Wismilah yang diseleksi dengan standar ketat.

Tidak hanya menguasi teknik bangunan, mereka ini juga diwajibkan mengikuti pelatihan yang rutin diberikan oleh tim konservasi Cagar Budaya dari Pemkot Surabaya maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya di Trowulan Mojokerto.

Terlepas dari fungsinya sebagai gedung perkantoran, Henry menceritakan kisah unik lainnya kepada Surya tentang Grha Wismilak.

Warga Belanda pernah berkunjung ke Grha Wismilak. Kedatangan mereka bukan untuk bertamasya.

Mereka datang jauh-jauh dari Belanda ke Grha Wismilak Surabaya untuk mencari jejak sejarah keluarga.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved