SURYA Kampus
Startup Mahasiswa ITS Terangin Tembus Top 6 Global Challenge di AS
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi energi terbarukan bernama Terang dan Angin (Terangin).
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Untuk mendukung perawatan di area pertanian yang luas, Terangin memanfaatkan teknologi drone untuk pemantauan jarak jauh.
Hasilkan Energi Besar
Teknologi itu memungkinkan tim mendeteksi potensi kerusakan lebih cepat tanpa perlu membongkar struktur turbin.
Rafi menambahkan, sistem Terangin mampu menghasilkan energi sebesar 2,1 kWh per hari.
Energi tersebut tidak hanya digunakan untuk lampu jebakan hama, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk irigasi hingga sprinkler tanaman.
“Penggunaan sistem ini memungkinkan petani mengurangi penggunaan pestisida secara signifikan sekaligus meningkatkan hasil panen,” tuturnya.
Hemat Puluhan Juta Rupiah
Menurutnya, penggunaan Terangin dapat membantu petani menghemat biaya hingga puluhan juta rupiah per hektare setiap musim tanam.
Risiko gagal panen akibat serangan hama yang sebelumnya mencapai sekitar 50 persen juga dapat ditekan.
“Pengurangan pestisida juga berdampak pada kesuburan tanah sehingga produksi meningkat,” tambahnya.
Perluas Pemanfaatan ke Wilayah Pesisir
Berkat inovasi tersebut, Terangin berhasil meraih hadiah sebesar 3.000 USD pada ajang Fowler Global Innovation Challenge 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Sabtu (2/5/2026) lalu.
Ke depan, tim berencana memperluas pemanfaatan energi angin ke wilayah pesisir.
Tak hanya berkembang sebagai inovasi riset, Terangin kini juga telah menjadi startup yang menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah dari penjualan produk maupun hibah.
“Perkembangan ini membuktikan bahwa inovasi kami tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi juga berdampak nyata,” pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA MELALUI KANAL GOOGLE
| Untag Surabaya Hadirkan Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Publik di Tarakan |
|
|---|
| RS Ubaya Gandeng KONI Jatim Perkuat Penanganan Cedera Atlet |
|
|---|
| Tak Langsung Ditutup, Unesa Beri Waktu Dua Tahun bagi Prodi yang Sepi Peminat |
|
|---|
| Binus Malang Gelar Edukasi Pentingnya Pilih Jurusan Kuliah untuk Kesiapan Dunia Kerja |
|
|---|
| Wamendag Dorong Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Jadi Entrepreneur Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Bantu-Petani-Lawan-Hama-dengan-Energi-Terbarukan.jpg)