SURYA Kampus
RS Ubaya Gandeng KONI Jatim Perkuat Penanganan Cedera Atlet
Kolaborasi dalam penanganan cedera atlet melalui edukasi kepada para pelatih Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- RS Ubaya bersama KONI Jatim mengedukasi pelatih Puslatda tentang penanganan cedera atlet untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan meminimalkan risiko cedera.
- Edukasi menekankan deteksi kondisi fisik, penanganan cepat, serta layanan medis komprehensif mulai IGD hingga rehabilitasi.
- Ketua KONI Jatim menegaskan pentingnya komunikasi atlet-pelatih dan kesadaran kesehatan demi keselamatan serta prestasi optimal.
SURYA.co.id, SURABAYA – Rumah Sakit (RS) Ubaya bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dalam penanganan cedera atlet melalui edukasi kepada para pelatih Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus meminimalkan risiko cedera yang dapat mengganggu performa saat latihan maupun pertandingan.
Deteksi Kondisi Fisik Atlet
Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, mengatakan pelatih memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi fisik atlet dan menentukan langkah penanganan awal ketika cedera terjadi.
Baca juga: RS Ubaya Kembangkan Trauma Center dan Layanan Jantung untuk Pelayanan Komprehensif
Menurutnya, pemahaman mengenai penanganan cedera perlu dimiliki pelatih agar atlet tidak dipaksakan bertanding dalam kondisi yang belum pulih sepenuhnya.
“Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan penanganan cedera dilakukan secara cepat dan tepat, termasuk akses layanan medis mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), tindakan operasi, hingga fisioterapi dan rehabilitasi,” ujarnya.
Hadirkan Layanan Kesehatan Olahraga
Ia menambahkan, RS Ubaya bersama KONI Jatim berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari upaya preventif, promotif, kuratif hingga rehabilitatif.
Kerja sama tersebut juga memungkinkan tim sport clinic melakukan pemantauan kondisi atlet secara lebih intensif sehingga proses pemulihan berjalan optimal dan atlet dapat kembali bertanding dengan kondisi terbaik.
Kesehatan dan Keselamatan Atlet
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai edukasi medis bagi pelatih menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran terkait kesehatan dan keselamatan atlet.
“Pelatih harus memahami mekanisme latihan yang benar serta penanganan cedera secara tepat. Tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan atlet,” katanya.
Komunikasi Terbuka Atlet dan Pelatih
Nabil juga menekankan pentingnya pencegahan cedera melalui komunikasi terbuka antara atlet dan pelatih mengenai kondisi fisik selama menjalani latihan.
Dengan adanya kolaborasi antara KONI Jatim dan RS Ubaya, diharapkan sistem penanganan cedera atlet di Jawa Timur semakin optimal dan mampu mendukung lahirnya prestasi olahraga yang lebih baik.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Tak Langsung Ditutup, Unesa Beri Waktu Dua Tahun bagi Prodi yang Sepi Peminat |
|
|---|
| Binus Malang Gelar Edukasi Pentingnya Pilih Jurusan Kuliah untuk Kesiapan Dunia Kerja |
|
|---|
| Wamendag Dorong Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Jadi Entrepreneur Global |
|
|---|
| Prodi Tak Relevan akan Ditutup, Pakar Pendidikan Surabaya Soroti Hal Penting Ini |
|
|---|
| Peluncuran Buku Puisi Dosen FKIP Unusa, Tegaskan Peran Seni dalam Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/risiko-cedera-yang-dapat-mengganggu-performa-saat-latihan-maupun-pertandingan.jpg)