Banjir Sidoarjo
Banjir di Sidoarjo Semakin Parah Gegara Proyek Rumah Pompa
Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo sudah kebanjiran sekira satu bulan belakangan.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
Dari lokasi proyek pembangunan rumah pompa Kedungpeluk, Bupati Subandi bersama sejumlah pejabatnya bergeser ke rumah pompa di Kedungbanteng. Di sana, mereka melihat langsung kondisi operasional yang terkendala.
Bupati sempat bertemu dengan sejumlah warga. Mereka mengeluh sudah sekira satu bulan rumahnya kebanjiran.
Warga juga berharap, operasional rumah pompa bisa dimaksimalkan supaya banjir segera surut.
Tapi sayang, air yang disedot di rumah pompa Kedungbanteng tidak dapat dialirkan dengan maksimal ke sungai.
“Karena aliran dari sungai ini tujuannya ke Kali Mbah Gepuk. Nah, lantaran di Kedungpeluk ditutup, kita tidak bisa maksimal mengalirkannya,” ungkap Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano.
Jika dipaksa maksimal, justru area banjir semakin luas. Air yang dikirim ke sungai itu malah akan meluber ke kawasan Kali Pecabean yang masuk wilayah Kecamatan Candi.
“Karena Kedungpeluk ditutup, kalau kita paksa mengalirkan air dari sini, kasihan daerah Kalipecabean. Malah parah kondisinya di sana,” lanjutnya.
Rumah Pompa Banjarpanji Aman
Beda dengan rumah pompa di Desa Banjarpanji. Saat Bupati Subandi bersama rombongan datang ke sana, operasionalnya berjalan normal.
Air yang disedot dari kawasan itu bisa dialirkan ke sungai yang menuju ke laut.
Menurut Sabino, aliran air dari rumah pompa ini berada di sebelah utara Kedungpeluk.
Sehingga tidak terpengaruh dengan penutupan sungai di area proyek pembangunan rumah pompa di sana.
“Kalau di sini berjalan lancar. Sehingga, banjir yang terjadi di kawasan ini bisa terus dikurang dengan memaksimalkan rumah pompa yang ada,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Camat Tanggulangin tersebut.
Demikian halnya di Desa Kalidawir, pompa-pompa berjalan lancar. Apalagi desa itu memiliki enam unit pompa yang dibeli dengan uang APBDes. Upaya penanganan banjir pun bisa lebih maksimal di sana.
“Kami beli pompa sejak 2021 lalu, bertahap setiap tahun. Fungsinya bukan cuma menarik air ketika banjir, tapi juga kami gunakan untuk memaksimalkan pengairan lahan pertanian. Sehingga angka panen petani juga bisa meningkat,” ujar Maksun, Kades Kalidawir.
Dapur Umum Mulai Beroperasi
BPBD Sidoarjo mulai membuka dapur umum untuk membantu permakanan bagi warga terdampak banjir di kawasan Tanggulangin. Dapur umum itu dibuka di sebelah Masjid Al-Abror di Desa Kalidawir.
| Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Penanganan Banjir, Subandi: Menuju Sidoarjo yang SERASI |
|
|---|
| Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai untuk Minimalisir Banjir |
|
|---|
| 5 Desa di Tanggulangin Masih Terendam Banjir, BPBD Sidoarjo akan Tambah Pompa Air Portabel |
|
|---|
| Bupati Subandi Keliling ke Sejumlah Lokasi Banjir di Sidoarjo Kota |
|
|---|
| 3 Fakta Banjir Kepung Wilayah Sidoarjo Kota, Bupati Subandi Turun Tangan Sampai Tengah Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Dan-sudah-menjadi-langganan-setiap-musim-hujan.jpg)