Sabtu, 11 April 2026

Banjir Sidoarjo

Banjir di Sidoarjo Semakin Parah Gegara Proyek Rumah Pompa

Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo sudah kebanjiran sekira satu bulan belakangan.

Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/M Taufik
MOGOK – Pengendara sepeda motor harus menuntut kendaraannya karena mogok saat melintasi genangan air di Desa Kedungbanteng, Sabtu (27/12/2025). Banjir di kawasan ini sudah terjadi sekira satu bulan. Dan sudah menjadi langganan setiap musim hujan. 

Ringkasan Berita:
  • Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo kebanjiran sekira satu bulan belakangan. Sempat surut seminggu, lalu mendadak banjir lagi saat hujan deras
  • Banjir semakin parah gara-gara proyek pembangunan rumah pompa di Kedungpeluk yang amburadul. Bupati Sidoarjo Subandi saat sidak ke lokasi proyek kecewa dan marah.
  • Bupati Subandi memerintahkan dinasnya untuk memberi rapor merah kepada kontraktor yang mengerjakan rumah pompa tersebut

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo sudah kebanjiran sekira satu bulan belakangan.

Utamanya di daerah Kedungbanteng dan sekitarnya. Beberapa wilayah sempat surut kemudian banjir lagi, beberapa lainnya banjirnya awet sebulan belakangan.

Data di BPBD Sidoarjo tercatat ada 7.146 rumah warga di Tanggulangin yang terendam banjir hingga Sabtu (27/12/2025).

Jumlah itu tersebar di Desa Kedungbanteng 935 rumah, Banjarasri 753 rumah, Banjarpanji 437 rumah, Kalidawir 805 rumah, Gempolsari 687 rumah, Penatarsewu 567 rumah, dan Desa Kalitengah sebanyak 2.962 rumah.

Baca juga: Banjir Sidoarjo Makin Parah: Rumah Kades Kedungbanteng Ikut Terendam, Warga Mulai Mengungsi

“Sudah satu bulan rumah kami kebanjiran. Sempat surut seminggu, lalu banjir lagi saat hujan deras mengguyur,” keluh Nuril, warga Kedungbanteng saat berbincang dengan Surya, Sabtu siang.

Selain itu rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi dua sekolah TK, satu SD, dan satu SMP.

Banjir juga merendam sejumlah jalan desa, dan ratusan hektar area pertanian di sana.

Ketinggian air beragam, dari 20 centimeter sampai 50 centimeter.   

Penyebabnya, hujan mengguyur dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir.

Sementara kondisi kawasan itu mengalami land subsidence (penurunan muka tanah).

Dan banjir semakin parah gara-gara proyek pembangunan rumah pumpa di Kedungpeluk.

Rumah pompa itu dibangun dengan maksud mengendalikan aliran air sungai.

Tepatnya Kali Mbah Gepuk, sungai besar yang menjadi aliran utama ke laut.

Tapi karena pengerjaan proyeknya amburadul, banjir justru semakin parah.

Proyek Berjalan Enam Bulan

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved